9.776 Kasus HIV/AIDS di Bandung, KPA Ajak Media dan Masyarakat Bersinergi

oleh
9.776 Kasus HIV/AIDS di Bandung, KPA Ajak Media dan Masyarakat Bersinergi

Bandung, ER3News.com – Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, Maia Ferasani, menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan sinergi dari semua pihak, termasuk media dan masyarakat di tingkat kewilayahan.

“Penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tugas pemerintah, melainkan memerlukan sinergi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di tingkat kewilayahan,” kata Maia saat Pertemuan Koordinasi Pengelola Media Warga Peduli AIDS (WPA) di Auditorium Rosada, Balai Kota Bandung, Selasa (16/9/2025).

Maia menekankan peran media dalam menyampaikan informasi yang benar, menghapus stigma, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk pencegahan dan pengobatan. “Media berperan besar dalam menyampaikan informasi yang benar, menghapus stigma, dan mendorong masyarakat lebih sadar akan pencegahan serta pengobatan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, sejak 1991 hingga Maret 2025 tercatat 9.776 kasus kumulatif HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 5.746 Orang dengan HIV (ODHIV) tercatat patuh menjalani pengobatan.

Pertemuan ini juga menghadirkan narasumber Dr. Almadina Rakhkmaniar, S.Psi., M.I.Kom., CPS., CDM., yang memaparkan materi Etika dan Strategi Pembuatan Konten dalam Isu Kelompok Marginal. Ia menekankan lima poin etika penting, di antaranya penggunaan bahasa positif seperti “ODHIV” alih-alih “penderita,” menjaga privasi individu, memastikan data valid dari sumber resmi, mematuhi regulasi penyiaran, serta mendorong kesetaraan dalam konten media.

KPA Kota Bandung turut menegaskan komitmennya mendukung visi global Three Zero 2030, yakni Zero Penularan Baru melalui edukasi dan promosi perilaku sehat, Zero Kematian Akibat AIDS dengan peningkatan tes HIV serta kepatuhan pengobatan, dan Zero Diskriminasi lewat konten edukatif yang humanis untuk menghapus stigma terhadap ODHIV.

Kegiatan ini diikuti stakeholder kewilayahan dan para ahli komunikasi publik. Tujuannya, memperkuat strategi komunikasi yang beretika, inklusif, dan berbasis data agar Bandung bisa menekan angka penularan HIV/AIDS sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.