Penularan Hantavirus Mengintai di Balik Hewan Tikus

oleh

Depok, ER3 News.com – Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia. Setelah virus tersebut terdeteksi di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius milik perusahaan Oceanwide Expeditions pada awal April 2026 lalu.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penumpang terinfeksi hingga memicu respons kewaspadaan kesehatan internasional.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 23 kasus hantavirus sejak tahun 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 pasien di nyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan  Kota Depok Devi Maryori mengingatkan masyarakat. Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus yang berasal dari hewan pengerat atau tikus.

“Penularan hantavirus umumnya berasal dari urine, feses, atau air liur tikus yang mengontaminasi debu dan kemudian terhirup oleh manusia,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan dengan sanitasi buruk menjadi habitat ideal bagi tikus sehingga dapat meningkatkan risiko kontak manusia dengan pembawa virus tersebut.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat di imbau untuk menjaga kebersihan rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu juga menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi.

“Waspadai debu yang terkontaminasi. Saat membersihkan area berdebu atau kotor, gunakan masker agar tidak menghirup partikel yang mungkin mengandung virus,” jelasnya.

Selain itu, Devi juga mengingatkan pentingnya pengendalian populasi tikus serta perbaikan sanitasi lingkungan guna menekan risiko penyebaran hantavirus.

“Menjaga sanitasi yang baik dapat menekan risiko penyebaran virus ini,” tutup Devi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *