Dukung SDN Cikoneng Jadi Sekolah Binaan Hingga Tingkat Asia Tenggara

oleh
banner 468x60

Cisarua, ER3 News.com –  Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan turut mendorong SD Negeri Cikoneng, Kecamatan Cisarua, untuk terus berkembang. Sekolah yang berada di tengah kawasan perkebunan teh tersebut kini tidak hanya mengalami pembenahan dari sisi fasilitas. Tetapi juga mampu mengikuti berbagai program pendidikan hingga tingkat Asia Tenggara.

Kepala SD Negeri Cikoneng, Didi Suwardi, mengatakan sekolah yang berada di Kampung Cikoneng, Perkebunan Ciliwung. Jaraknya sekitar delapan kilometer dari jalur Puncak–Telaga Warna. Sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi sarana dan prasarana pembelajaran.

banner 336x280
Kepala SD Negeri Cikoneng, Didi Suwardi.

Sebagian besar peserta didik di SD Negeri Cikoneng merupakan anak-anak dari para pekerja perkebunan teh. Kondisi tersebut membuat sekolah memiliki tantangan tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan, terlebih akses menuju sekolah juga cukup jauh dari jalur utama Puncak.

“Pertama datang ke Cikoneng itu yang paling saya ingat adalah kondisi minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Tempat belajar yang kurang representatif, kemudian juga sarana pembelajaran lainnya yang memang sangat-sangat terbatas,” ujar Didi.

Perlahan Berubah.

Kondisi tersebut perlahan berubah setelah Didi kembali bertugas di SD Negeri Cikoneng dan di percaya menjadi kepala sekolah pada 2023. Ia mulai mengembangkan berbagai gagasan untuk meningkatkan kualitas sekolah, termasuk melalui pembenahan sarana dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Didi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati Bogor Rudy Susmanto, atas perhatian dan dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Cikoneng.

“Alhamdulillah satu tahun pertama kami rehab sekolah melalui Sarpras Dinas Kabupaten, juga kelengkapan sarana belajar,” katanya.

Selain dukungan pemerintah, perkembangan sekolah juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan guru, orang tua peserta didik, serta stakeholder di lingkungan sekitar, termasuk perusahaan perkebunan.

Seiring dengan pembenahan tersebut, SD Negeri Cikoneng mulai mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tahun ini, sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Dan kami juga menjadi salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Regional II Provinsi Jawa Barat,” ungkap Didi.

Kesempatan Mengikuti Kegiatan SEAMEO SEPS.

Tidak berhenti di tingkat daerah dan nasional, SD Negeri Cikoneng juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan SEAMEO SEPS tingkat Asia Tenggara. Didi menyebut sekolahnya menjadi salah satu perwakilan sekolah di Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut hingga Agustus 2026.

Capaian tersebut menjadi perkembangan penting bagi sekolah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas dan berada di kawasan perkebunan teh.

Didi menilai, kondisi sekolah tidak seharusnya menjadi batas untuk berkembang. Karena itu, ia terus mendorong guru dan seluruh unsur sekolah untuk menggali potensi yang di miliki, baik potensi personal maupun potensi lingkungan sekitar.

“Saya berusaha untuk mengajak teman-teman guru bagaimana menggali seluruh potensi, baik potensi pribadi maupun potensi yang ada di lingkungan masyarakat untuk menjadi sebuah kekuatan besar bagi kemajuan sekolah,” tuturnya.

Ia juga mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain mengembangkan sekolah, Didi aktif menulis dan menghasilkan sejumlah karya sebagai bentuk pengembangan kompetensi sekaligus upaya membuktikan bahwa sekolah yang berada di lokasi terpencil tetap memiliki peluang untuk berkembang.

“Saya hanya ingin menunjukkan bahwa di sekolah-sekolah yang di katakan kecil pun kita bisa untuk berkembang lebih baik,” katanya.

Didi berharap SD Negeri Cikoneng ke depan dapat menjadi salah satu sekolah yang memberikan inspirasi bagi sekolah lain di Kecamatan Cisarua. Menurutnya, sekolah unggulan tidak harus selalu di ukur dari kelengkapan fasilitas. Tetapi dari kemampuan sekolah mengembangkan potensi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Unggulan bukan berarti harus serba unggul apapun. Tetapi barangkali bisa menjadi sebuah contoh bagi teman-teman pengelola sekolah lainnya. Apa yang bisa di kembangkan di sekolah Ibu dan Bapak itu sendiri,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.