Kabupaten Ciamis, ER3 News.com – Manajemen pusat PSGC Ciamis menolak pengunduran diri CEO PSGC, Herdiat Sunarya, dan memintanya tetap melanjutkan komitmen membangun tim kebanggaan masyarakat Tatar Galuh. Keputusan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PSGC untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam enam pekan ke depan sebelum menghadapi bursa transfer pemain pada 2 Januari 2027.
Kepastian tersebut di sampaikan Herdiat dalam konferensi pers di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (5/11/2026). Herdiat mengungkapkan, dirinya sempat menyampaikan keinginan untuk mundur dari kepengurusan PSGC. Karena kecewa terhadap performa tim yang di nilai belum menunjukkan permainan sesuai harapan. Namun, setelah berkomunikasi dengan manajemen pusat pada Kamis pagi, pengunduran dirinya tidak di setujui.
“Alhamdulillah, tadi pagi ada jawaban dari manajemen pusat. Saya tidak boleh mundur. Mari kita sama-sama bekerja keras membangun PSGC agar lebih baik dan lebih berkembang lagi. Terutama memperbaiki mental para pemain,” ungkap Herdiat.
Dengan keputusan tersebut, Herdiat memastikan akan tetap bersama PSGC dan fokus melakukan pembenahan. Evaluasi akan di arahkan pada pola permainan, kedisiplinan, mental bertanding, kondisi fisik serta kontribusi setiap pemain.
Melakukan Penyesuaian Jajaran Kepelatihan.
Dalam proses pembenahan tersebut, PSGC juga melakukan penyesuaian jajaran kepelatihan. Dua asisten pelatih, Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara, telah mengajukan pengunduran diri dan di setujui manajemen pusat.
Herdiat menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya selama kurang lebih empat hingga lima bulan bersama PSGC. Sementara itu, pelatih kepala Heri Kiswanto untuk sementara akan tetap mendampingi tim sebagai pelatih sementara. Sembari menunggu keputusan manajemen terkait komposisi kepelatihan berikutnya.
Selain evaluasi pelatih, seluruh pemain di berikan kesempatan sekitar enam pekan untuk menunjukkan peningkatan performa sebelum bursa transfer di buka pada 2 Januari 2027.
Manajemen pusat juga telah merencanakan penambahan lima pemain baru, baik pemain lokal maupun asing. Guna memperkuat komposisi tim menghadapi putaran berikutnya.
Untuk mendukung evaluasi secara objektif, PSGC turut menggunakan teknologi rompi pemantau fisik yang mampu merekam jarak tempuh. Kecepatan maksimal, jumlah sprint, detak jantung hingga pergerakan pemain selama latihan maupun pertandingan.
Menurut Herdiat, pemanfaatan teknologi tersebut membantu manajemen dan tim pelatih mengetahui kondisi fisik. Serta kontribusi pemain secara lebih terukur sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan tim.
Herdiat menegaskan, enam pekan ke depan menjadi kesempatan penting bagi seluruh elemen PSGC untuk menunjukkan perubahan dan meningkatkan kualitas permainan.
Ia berharap evaluasi yang di lakukan dapat menghasilkan pembenahan nyata sehingga PSGC mampu tampil lebih kompetitif pada putaran berikutnya.
Herdiat juga menyadari bahwa harapan masyarakat dan suporter terhadap PSGC sangat besar. Karena itu, ia mengajak seluruh pendukung untuk tetap memberikan kepercayaan, dukungan dan doa bagi perjuangan Laskar Singacala.
“Manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada teman-teman semua. Kami tetap memohon dukungan dan yang lebih penting lagi doa agar PSGC semakin membaik,” pungkasnya.





