Desa Cibeureum Kulon Raih Hadiah Rp1 Miliar

oleh
oleh

Sumedang, ER3 News.com – Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka meraih hadiah Rp 1 miliar setelah mendapat juara 1  Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kabupaten Sumedang dari Pemprov Jawa Barat. Juara II di raih  Desa Citepok, Kecamatan Paseh dengan hadiah Rp. 25 juta. Juara III di raih Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari dengan hadiah Rp. 17,5 juta.

Sementara  juara harapan I diraih Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan dengan hadiah Rp. 15 juta. Juara harapan II di raih Desa Jambu, Kecamatan Conggeang dengan hadiah Rp. 10 juta dan juara harapan III di raih Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara dengan hadiah Rp. 7,5 juta.

Penyerahan hadiah diberikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Desa  di GOR Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Rabu (12/11/2025).  Rakor dihadiri oleh para camat, kepala desa, perangkat desa, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Selamat untuk yang meraih penghargaan, jadikan motivasi untuk terus membangun desa,” kata Bupati Dony Ahmad Munir.

Bupati Dony menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik hingga ke tingkat paling bawah.

“Sinergi pemerintah kabupaten dan desa juga penting untuk mengkoordinasikan berbagai kebijakan nasional, provinsi, kabupaten dengan desa,” katanya.

Setelah di kooordinasikan, terangnya,  kemudian di sosialisasikan, itu arti pentingnya kebijakan dan program tersebut, yang pada akhirnya kita bisa sinergi untuk bersama-sama merealisasikan kebijakan program dan kegiatan. Bupati juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa atas kesungguhan dalam membangun desanya.

“Terima kasih atas kerja keras semuanya, dan hasil kerja keras semuanya, Alhamdulillah angka kemiskinan di Sumedang turun menjadi 8,8 persen dari sebelumya 9 persen lebih. Kemudian IPM naik di angka 74 lebih, dan IPM Sumedang  menempati rangking 3 di Jawa Barat di bandingkan kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat. Kemudian angka stunting turun, dan pertumbuhan ekonomi berada pada angka 4,15 persen,” terangnya.

Bupati menegaskan bahwa program yang di laksanakan di setiap desa harus berdampak kepada masyarakat dan bisa mengatasi masalah.

“Jangan sekali-kali membuat program dan kebijakan yang tidak berdampak kepada masyarakat dan tidak mengatasi masalah. Selain itu pemerintah desa saat ini sudah harus menggunakan digitalisasi, kemudian memimpin harus dengan hati dan keteladanan,” ujarnya.

Wadah Yang Menggerakan Ekonomi Masyarakat.

Rakor tersebut di bahas terkait beberapa hal penting yang perlu di perkuat bersama sebagai bentuk kominten pemerintah kabupaten dan desa dalam membangun desa dan daerah, salah satunya percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan koperasi desa merah putih serta program 3 juta rumah.

“Koperasi desa merah putih kita harapkan menjadi wadah yang menggerakan ekonomi masyarakat dari bawah, memberi ruang bagi produk-produk lokal untuk tumbuh dan bersaing. Kemudian pemerintah daerah terus berupaya melalui program 3 juta rumah dengan pembiayaan FLPP, ” terangnya.

Terakhir Bupati menyebutkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai dua cinta. Yakni cinta atas rakyat yang di pimpinnya dan mencintai pekerjaannya.

“Jika ada rasa cinta itu, maka akan ringan langkah kaki kita untuk mengerjakannya. Luruskan niat kita, apapun yang kita lakukan harus di niatkan ibadah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *