Bandung Membara! Siapa Dalang di Balik Pembakaran Aset MPR RI di Depan DPRD Jawa Barat?

oleh
Bandung Membara! Siapa Dalang di Balik Pembakaran Aset MPR RI di Depan DPRD Jawa Barat?

Bandung, ER3News.com – Kota Kembang malam ini berubah menjadi lautan api. Aksi unjuk rasa yang awalnya diklaim damai, berakhir dengan kobaran api yang melahap aset milik MPR RI di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Siapa yang mengendalikan amarah massa hingga berubah menjadi kehancuran?

Api Amarah yang Meledak

Kericuhan pecah sekitar pukul 18.30 WIB. Awalnya massa berkumpul membawa poster dan spanduk menuntut perubahan kebijakan nasional. Namun, ketegangan meningkat setelah orator menyampaikan pernyataan keras terhadap pemerintah pusat dan aparat keamanan.

Video yang viral menunjukkan saat-saat api mulai menjilat bangunan. Teriakan “bakar!” terdengar bersahut-sahutan, seolah sudah terencana. Beberapa orang terlihat membawa botol berisi cairan yang diduga bahan bakar.

Pertanyaannya:

Apakah ini murni spontanitas massa?

Atau ada skenario untuk menciptakan kekacauan nasional?

Aset Negara Jadi Korban

Gedung yang terbakar diketahui sebagai fasilitas pendukung kegiatan MPR RI. Nilai kerugian belum bisa dihitung, namun jelas mencapai miliaran rupiah. Kebakaran besar ini memicu kepanikan warga sekitar dan mengganggu lalu lintas utama di Jalan Diponegoro.

Sejumlah pihak menyebut pembakaran ini sebagai aksi balasan atas dugaan tindakan represif aparat terhadap massa di lokasi sebelumnya. Ada juga yang menduga keterlibatan kelompok provokator yang menyusup di antara pendemo.

Siapa Dalang Sebenarnya?

Informasi yang dihimpun dari lapangan mengindikasikan bukan semua massa setuju dengan pembakaran. Beberapa rekaman memperlihatkan sebagian orang mencoba mencegah, tapi kalah jumlah.

“Yang bakar bukan orang kita. Ada yang aneh, mereka bergerak cepat, bawa bensin, langsung siram dan bakar. Ini bukan spontan,” kata salah satu koordinator lapangan yang enggan disebut namanya.

Dugaan mengarah pada kelompok penunggang isu yang sengaja menciptakan kekacauan untuk kepentingan tertentu. Aparat kini sedang mengumpulkan bukti dan mendalami rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Negara Tidak Boleh Diam

Publik menuntut jawaban: siapa aktor intelektualnya? Jika dibiarkan, ini bisa memicu gelombang anarki di kota-kota lain.

Polisi berjanji akan menindak tegas pelaku, bahkan memproses secara pidana siapa pun yang terbukti memprovokasi. Namun, publik pesimis jika penegakan hukum hanya berhenti pada level eksekutor lapangan.

DPRD & MPR Tersudut

Kericuhan ini juga memperlihatkan jurang dalam antara rakyat dan lembaga negara. Gedung yang seharusnya menjadi simbol aspirasi rakyat kini menjadi sasaran amuk. Komunikasi politik yang gagal dinilai sebagai salah satu pemicu.

“Kalau dialog buntu, jalanan jadi pilihan. Kalau jalanan ditutup, kekerasan jadi opsi terakhir,” ujar djohar pengamat politik yang tinggal di bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.