Bandung, ER3News.com – Hidup di antara tiga aliran sungai membuat warga Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, akrab dengan banjir tiap musim hujan. Alih-alih pasrah, mereka memilih bangkit lewat Siskamling Siaga Bencana, program baru yang diluncurkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
“RW 04 dan RW 11 adalah titik paling rawan banjir. Kalau hujan deras, air cepat sekali naik. Kami harus bergerak cepat,” ujar Lurah Cisaranten Endah, Itang Mubarak, saat kegiatan peluncuran program, Rabu (24/9/2025).
Selain banjir, kawasan ini juga kerap menghadapi pohon tumbang, kebakaran pemukiman, hingga potensi longsor. Farhan menegaskan faktor pembangunan turut memperburuk kondisi. “Kami terus menekankan agar jangan ada lagi bangunan di bantaran sungai. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah bencana,” katanya.
Warga pun membentuk tim siaga untuk mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari Taruna Siaga Bencana, Arcamanik Response Team, PMI, hingga relawan pemadam kebakaran. Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan, seperti ambulans hasil CSR, tenda BNPB, gergaji mesin, dan APAR yang ditempatkan di titik strategis.
Farhan menjelaskan, mekanisme tanggap darurat diatur layaknya rantai komando. “Setiap kejadian pertama kali dilaporkan ke RT, lalu naik ke RW, lurah, hingga camat. Relawan segera bergerak sambil berkoordinasi dengan OPD teknis,” jelasnya. Ia menekankan, “Warga tidak boleh merasa sendirian menghadapi bencana. Semua bergerak bersama.”
Bagi warga, banjir memang sudah jadi kenyataan tahunan. Namun, di balik itu, tumbuh solidaritas. Anak-anak muda membantu evakuasi, ibu-ibu menyiapkan logistik darurat, sementara bapak-bapak memastikan listrik padam saat air naik.
“Bagi kami, ini bukan sekadar musibah. Ini ujian kebersamaan. Kalau kami kuat, kami bisa melewatinya,” ucap Iwan, warga Cisaranten Endah.
Dengan semangat itu, Cisaranten Endah kini tak hanya dikenal sebagai titik rawan banjir, melainkan contoh nyata bagaimana warga bisa melawan bencana dengan kebersamaan dan kesiapsiagaan.





