Bandung, ER3News.com – Gelombang aksi protes pengemudi ojek online (ojol) pecah di sejumlah daerah Jawa Barat, mulai dari Kota Bandung, Tasikmalaya, Garut, Indramayu, hingga beberapa wilayah lain. Aksi ini dipicu oleh tuntutan perbaikan tarif, transparansi potongan aplikasi, serta dugaan monopoli perusahaan aplikator yang dinilai merugikan mitra pengemudi.
Di Kota Bandung, ribuan pengemudi ojol melakukan aksi konvoi dan blokade di beberapa ruas jalan strategis. Beberapa titik seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Diponegoro, hingga kawasan Gedung Sate mengalami kemacetan parah. Polisi tampak berjaga ketat untuk mengantisipasi potensi bentrokan.
Tasikmalaya dan Garut Tak Luput dari Aksi
Di Tasikmalaya, massa ojol berkumpul di Alun-Alun Kota sebelum bergerak ke kantor perwakilan aplikator. Aksi serupa terjadi di Garut, di mana pengemudi menutup akses jalan utama dan menuntut audiensi dengan pihak perusahaan.
Sementara di Indramayu, situasi sempat memanas setelah pengemudi ojol melakukan sweeping terhadap rekan sesama driver yang tetap beroperasi. Aparat kepolisian akhirnya turun tangan untuk meredam ketegangan.
Tuntutan Utama: Perbaikan Tarif dan Hapus Potongan Sepihak
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menegaskan dua tuntutan utama:
1. Penyesuaian tarif sesuai biaya operasional dan standar hidup layak.
2. Penghapusan potongan sepihak dari aplikator yang dinilai mencekik pendapatan mitra.
Koordinator aksi wilayah Bandung, Rudi (35), menegaskan bahwa aksi ini akan berlanjut bila tuntutan mereka tidak diakomodir.
“Kami sudah capek dijadikan sapi perah. Tarif tidak naik, tapi potongan terus membengkak. Kalau tidak ada solusi, kami siap turun lagi dengan massa lebih besar,” tegasnya.
Polisi dan Pemerintah Turun Tangan
Polda Jawa Barat mengimbau massa untuk menjaga kondusivitas. Kapolda Jabar menyatakan pihaknya membuka ruang mediasi antara aplikator dan perwakilan pengemudi. Pemerintah daerah juga mulai melakukan langkah koordinasi agar aksi ini tidak mengganggu ketertiban umum.
Hingga berita ini diturunkan, aksi protes masih berlangsung di beberapa titik. Diperkirakan gelombang unjuk rasa akan meluas jika tidak ada kesepakatan antara pihak aplikator dan para pengemudi.*djohar





