BANDUNG, ER3News.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada Bandung menegaskan komitmennya sebagai kampus relawan kesehatan dan kebencanaan.
Hal itu ditunjukkan lewat Pelatihan Peningkatan Kesiapsiagaan Relawan Kebencanaan yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Palang Merah Indonesia (PMI), dan sejumlah mitra terkait, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan dibuka dengan lantunan Asmaul Husna, tradisi yang sudah mengakar hampir dua dekade di kampus tersebut. Tradisi ini diyakini membentuk relawan yang tangguh secara fisik sekaligus kuat secara spiritual.
Ketua STIKes Dharma Husada, Siti Sugih, menegaskan sejak 2004 kampusnya sudah menyiapkan mahasiswa sebagai relawan siaga.
“Sejak tahun 2004, seluruh mahasiswa kami adalah relawan siaga. Kini, relawan juga menjadi syarat akademik, di mana keikutsertaan dalam kegiatan kebencanaan bernilai poin keaktifan yang wajib dipenuhi sebelum tugas akhir. Jadi, relawan bukan hanya pengabdian, tapi juga bagian dari proses pendidikan,” jelasnya di Kiara Artha Park.
Saat ini, kampus memiliki sekitar 1.400 mahasiswa aktif dan 100 dosen serta tenaga akademik yang siap turun langsung bila Bandung menghadapi situasi darurat. “Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung maupun lembaga lain demi menyelamatkan masyarakat. Bagi kami, relawan adalah panggilan pengabdian,” kata Siti.
Dukungan datang dari Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang menilai keberadaan STIKes Dharma Husada sebagai aset berharga. “Bandung patut bangga memiliki kampus yang peduli relawan kesehatan dan kebencanaan. Relawan adalah ujung tombak penanganan darurat saat bencana,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Ia menyebut Bandung termasuk daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, dan kebakaran. “Melalui Perda Nomor 3 Tahun 2022, Pemkot Bandung sudah menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan kebencanaan. Kehadiran relawan terlatih akan sangat membantu pemerintah dalam mengurangi risiko bencana,” jelasnya.
Erwin menambahkan, relawan bukan hanya butuh keterampilan teknis, tapi juga empati, solidaritas, dan semangat gotong royong. “Kita ingin relawan kebencanaan di Bandung menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa kebersamaan, kesiapan, dan profesionalisme adalah kunci menyelamatkan jiwa,” katanya.
Pelatihan yang digelar STIKes Dharma Husada bersama BPBD ini menunjukkan sinergi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah. Pemkot Bandung pun berkomitmen terus mendukung melalui pelatihan, pendampingan, hingga sertifikasi bagi relawan.
“Semoga langkah baik ini membawa manfaat besar bagi kita semua, khususnya bagi Kota Bandung tercinta,” pungkas Erwin.





