Jakarta, ER3News.com – Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap Dwi Hartono, pengusaha bimbingan belajar online yang diduga menjadi salah satu otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta. Penangkapan dilakukan di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025).
Selain Dwi, polisi juga membekuk dua tersangka lain berinisial YJ dan AA. Sehari setelahnya, aparat turut menangkap C alias Ken di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Keempatnya disebut sebagai dalang utama kejahatan tersebut.

Pantauan di rumah Dwi yang berlokasi di Perumahan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menunjukkan suasana sepi. Rumah dua lantai bernuansa putih itu berdiri berdampingan dengan nomor Q8 dan Q9. Di salah satu bagian terlihat plang bertuliskan “Klan Hartono”, serta logo “GURUKU” di balkon yang diketahui sebagai lembaga bimbel milik Dwi. Ada pula tulisan “WD Fashion” di atas garasi rumah.
“Jarang sekali terlihat keluar rumah, biasanya hanya asisten rumah tangga yang tampak,” kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.
Rekam jejak Dwi Hartono menambah sorotan publik. Pengusaha asal Rimbo Bujang, Tebo, Jambi, ini dikenal luas sebagai sosok dermawan. Seorang warga, Jay Saragih, mengaku kaget mendengar kabar keterlibatan Dwi. “Yang kami kenal orangnya humble, dia motivator juga. Dia suka menolong, bahkan pernah menyumbang ambulans dan mengadakan pengajian akbar dengan ustaz terkenal,” ujarnya.
Nama Dwi juga melekat sebagai pengusaha sukses. Ia disebut pernah pulang ke kampung halaman dengan helikopter, mempertegas citranya sebagai pengusaha kaya raya.
Di dunia akademik, Dwi tercatat sebagai mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, pihak kampus menegaskan telah menonaktifkan seluruh kegiatan akademiknya. “Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik pada Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum,” kata juru bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana.






