Menyoal Relokasi Kantor Imigrasi Bandung: Pemerintah Bahas Hibah hingga Opsi Tukar Guling

oleh
Menyoal Relokasi Kantor Imigrasi Bandung: Pemerintah Bahas Hibah hingga Opsi Tukar Guling

Bandung, ER3News.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meminta Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat dan Kanim Kelas I TPI Bandung segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung terkait rencana relokasi kantor Imigrasi Bandung.

Kebijakan ini mencuat seiring dengan pesatnya pertumbuhan kota dan adanya rencana pembangunan jembatan layang (flyover) di kawasan Jalan Surapati, yang berpotensi berdampak langsung pada area kantor imigrasi saat ini.

“Jika ke depannya akan ada pembangunan flyover yang mempersempit area layanan keimigrasian, sementara tidak ada lahan tambahan tersedia, maka perlu dicari lokasi baru,” ujar Agus saat kunjungan kerja ke Kanim Kelas I TPI Bandung, Kamis (17/7/2025).

Menurut Agus, skema hibah atau ruislag (tukar guling) menjadi opsi realistis yang sedang dikaji. Lahan saat ini seluas 2.822 meter persegi dengan bangunan seluas 1.578 meter persegi dinilai sudah tak mencukupi untuk kebutuhan pelayanan publik modern.

“Bila itu juga tidak memungkinkan, kita akan mencari lokasi lain. Syukur-syukur ada hibah lahan dan bangunannya. Yang penting strategis dan memadai untuk publik,” katanya.

Alternatif lokasi relokasi mencakup wilayah Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, hingga kemungkinan pemanfaatan gedung pusat perbelanjaan (mal) yang memenuhi standar pelayanan publik. Koordinasi dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung M Farhan, serta kepala daerah lainnya akan segera dilakukan.

“Kami juga menjajaki apakah ada lahan yang dapat diterima dari Kabupaten Bandung atau Kota Cimahi. Bahkan kemungkinan di mal-mal juga sedang kita pertimbangkan,” ungkap Agus.

Langkah relokasi ini, tegasnya, merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menghadirkan pelayanan imigrasi yang lebih representatif, nyaman, dan modern. Ia memastikan prosesnya akan direncanakan dengan matang tanpa mengganggu operasional.

Dalam kunjungan tersebut, Agus juga meninjau langsung pelayanan imigrasi untuk WNI dan WNA, serta menyoroti keterbatasan sarana yang dihadapi kantor yang berdiri sejak 19 Maret 1983 itu. Saat ini, Kanim Bandung juga sedang diusulkan untuk naik status menjadi Kantor Imigrasi Khusus.

Ia turut mengapresiasi sejumlah inovasi layanan digital dan inklusif yang dikembangkan, seperti Maung Riung, Maung BAP Virtual, Maung Lembur, Maung Empatik, Maung Wani, dan Maung Ngampus.

“Saya mengapresiasi setiap inovasi dan semangat kerja jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, walau di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kami akan terus mendukung perbaikan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Agus didampingi jajaran pejabat tinggi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk Sekjen Imipas, Dirjen Pemasyarakatan, Plt Dirjen Imigrasi, serta pimpinan wilayah Imigrasi Jabar dan Kanim Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.