ER3News.com — Diskon besar-besaran terhadap motor listrik Honda CUV e: hingga lebih dari Rp35 juta yang terjadi di sejumlah dealer rupanya bukan berasal dari kebijakan PT Astra Honda Motor (AHM), melainkan inisiatif lokal masing-masing dealer.
Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi, menegaskan bahwa diskon tersebut merupakan bagian dari program mandiri yang dilakukan oleh jaringan penjualan, bukan arahan langsung dari perusahaan pusat.
“Sedang ada program dan sesuai dengan kebijakan main dealer setempat masing-masing,” ujar Octavianus saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (3/7/2025).
Meski begitu, Octavianus enggan memberikan komentar saat ditanya apakah program diskon besar ini bertujuan menghabiskan stok motor listrik atau bagian dari strategi khusus. Ia juga tidak menjawab saat disinggung mengenai nilai potongan harga yang dianggap terlalu besar.
Salah satu dealer Honda di kawasan Jakarta Pusat menawarkan potongan harga fantastis untuk model Honda CUV e:. Dari harga awal Rp54,45 juta, kini konsumen bisa mendapatkan motor ini hanya dengan Rp19,263 juta—selisih harga mencapai Rp35,187 juta.
Tak hanya itu, varian CUV e: Roadsync Duo yang semula dibanderol Rp59,65 juta, kini dijual hanya Rp24,463 juta. Seluruh harga tersebut on the road, termasuk dua unit baterai.
“Iya, jadi sudah termasuk dua baterai,” ujar seorang tenaga penjual di dealer tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Program diskon ini juga dilengkapi dengan insentif tambahan berupa voucher senilai Rp12 juta, yang bisa digunakan untuk menebus power pack charger, alat pengisian daya baterai di rumah. Artinya, konsumen bisa membawa pulang dua alat charger gratis sebagai bagian dari paket pembelian.
“Jadi sudah dapat free power pack chargernya nanti,” tambah tenaga penjual itu.
Motor listrik CUV e: resmi meluncur di Indonesia pada Oktober 2024. Meski respons pasar terbilang positif, harga yang dianggap masih tinggi kerap menjadi kendala utama dalam penetrasi pasar motor listrik di Tanah Air.
Dengan diskon drastis ini, publik kini bertanya-tanya: apakah langkah ini hanya strategi dealer, atau sinyal awal restrategi Honda terhadap pasar motor listrik di Indonesia?





