BANDUNG, ER3News.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyebarkan 16 ton bahan semai dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) yang memasuki hari keempat pada Kamis, 10 Juli 2025. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek selama kemarau basah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bahan semai yang ditebarkan terdiri dari 12,4 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 3,6 ton Kalsium Oksida (CaO). Sebanyak 18 sorti penerbangan dikerahkan menggunakan dua pesawat Caravan PK-DPI dan PK-SNL, yang disiagakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“OMC bertujuan untuk mencegah awan hujan masuk ke wilayah daratan dengan menurunkan hujan lebih dulu di wilayah laut, terutama di utara Karawang, Bekasi, dan Indramayu. Wilayah ini adalah hulu sungai yang bermuara ke kawasan rawan banjir di Jabodetabek,” ujar Abdul.
Hasil Nyata: Intensitas Hujan Turun Hingga 60 Persen
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Gabungan OMC Jabodetabek, intensitas hujan di kawasan target tercatat turun signifikan hingga 60 persen sejak empat hari pelaksanaan operasi. Dalam dua hari terakhir, cuaca di Jakarta cenderung cerah tanpa hujan.
Langkah cepat ini merupakan respons darurat terhadap curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah barat Jawa pada 6 Juli 2025, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Pemerintah pun bergerak cepat dengan dukungan dari BMKG dan TNI AU, menjalankan OMC mulai 7 hingga 11 Juli.
“Operasi ini penting untuk membuka ruang bagi upaya pemompaan, pengeringan, dan penguatan tanggul di daerah banjir. Harapannya, aktivitas masyarakat bisa kembali normal lebih cepat,” jelas Abdul.
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Kembali Aktif
Meski tren hujan di Jawa bagian barat menurun, BMKG mengantisipasi gelombang atmosfer aktif kembali pada 12 Juli, yang bisa berdampak di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia bagian timur. Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami peningkatan risiko cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.
BNPB dan BMKG akan melakukan evaluasi bersama setelah masa OMC berakhir, untuk menentukan apakah operasi perlu diperpanjang.
Imbauan: Tingkatkan Kesiapsiagaan Komunitas
Abdul mengimbau Pemerintah Daerah agar rutin memeriksa infrastruktur mitigasi banjir seperti tanggul dan drainase, serta memantau prakiraan cuaca secara berkala. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam pencegahan risiko bencana dari lingkup rumah tangga.
“Bersihkan saluran air, periksa kekuatan atap dan rumah, pangkas pohon rawan tumbang, serta susun rencana evakuasi keluarga,” pungkasnya.





