BANDUNG, ER3News.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin (28/4/2025). Agenda ini menjadi langkah awal menyelaraskan arah pembangunan kota dengan visi Provinsi Jawa Barat dan nasional.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya keselarasan visi tersebut untuk memastikan integrasi pembangunan jangka menengah hingga panjang.
“Terpenting dalam Musrenbang ini adalah bagaimana kita menunjukkan sinkronisasi antara visi dan misi Kota Bandung, yaitu Bandung Utama, dengan visi Jawa Barat Istimewa dan visi nasional Asta Cita,” tegas Farhan dalam sambutannya.
Musrenbang kali ini membahas dua dokumen krusial: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Farhan menambahkan, keterlibatan berbagai pihak di luar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci kesuksesan penyusunan rencana tersebut.
“Kolaborasi dengan semua unsur sangat penting untuk memastikan rencana pembangunan yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Farhan mengungkapkan Kota Bandung masih menghadapi tantangan berat berupa defisit anggaran sebesar Rp900 miliar. Untuk itu, strategi fiskal yang matang menjadi prioritas utama dalam RKPD 2026.
Mendukung langkah tersebut, Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, menyatakan komitmennya dalam mengawal penyusunan RPJMD.
“Dari paparan yang disampaikan, terlihat bahwa Kota Bandung berupaya menyesuaikan target-target pembangunan nasional dan provinsi. DPRD akan memastikan bahwa janji-janji kampanye yang dituangkan dalam RPJMD bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkap Rendiana.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, memastikan bahwa seluruh perangkat daerah telah mulai menyusun dan menyesuaikan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing.
“Kami targetkan seluruh dokumen selesai pada bulan Agustus 2025, sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya. Ia juga menegaskan koordinasi antara Pemkot dan DPRD berjalan mulus, dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat.
Dengan Musrenbang ini, Pemkot Bandung berharap dokumen RPJMD dan RKPD yang dihasilkan mampu menjawab tantangan pembangunan, mengakomodasi kebutuhan warga, serta mewujudkan Bandung yang lebih unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.





