Riau, Er3News.com – Pesisir pantai di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan kembali tercemar minyak hitam pekat. Pencemaran ini tak hanya merusak keindahan pantai wisata, tetapi juga berdampak serius pada aktivitas nelayan setempat.
Tumpahan minyak yang menyebar luas di perairan membuat wisatawan mengeluhkan kondisi pantai yang tercemar. Pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam terpaksa kecewa melihat pasir dan air laut yang menghitam. Beberapa wisatawan bahkan mengurungkan niat untuk berenang karena khawatir terkena limbah tersebut.
Selain merugikan sektor pariwisata, nelayan lokal juga menghadapi dampak besar akibat pencemaran ini. Minyak hitam yang mengotori laut membuat mereka kesulitan melaut karena peralatan dan perahu terkontaminasi zat berbahaya. Akibatnya, hasil tangkapan ikan berkurang drastis, mengancam sumber mata pencaharian mereka.
“Minyak hitam datang lagi mencemari pesisir pantai Bintan, mulai dari daerah Berakit hingga ke Kijang,” ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan, David, saat dihubungi pada Rabu (5/3). Menurutnya, peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dan sangat merugikan masyarakat pesisir.
Lebih parahnya, minyak hitam tersebut juga menempel di tiang-tiang rumah warga pesisir, meningkatkan risiko pencemaran lingkungan yang lebih luas. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai sumber pencemaran, tetapi dugaan sementara mengarah pada aktivitas kapal di perairan sekitar Bintan.
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk menangani masalah ini. Langkah cepat diperlukan guna membersihkan pantai, mengidentifikasi sumber pencemaran, dan mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, kompensasi bagi nelayan dan pelaku usaha wisata juga harus dipertimbangkan agar mereka dapat segera bangkit dari dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Pencemaran minyak hitam ini menjadi peringatan serius bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir Bintan. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas dan merugikan banyak pihak.





