Pentingnya Pancasila sebagai Pilar Bangsa di Tengah Tantangan Globalisasi, Kata Wali Kota Bandung

oleh
Pentingnya Pancasila sebagai Pilar Bangsa di Tengah Tantangan Globalisasi, Kata Wali Kota Bandung

BANDUNG, ER3News.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kembali urgensi menjadikan Pancasila sebagai dasar pijakan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Pernyataan ini disampaikan Farhan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (1/6).

“Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tapi harus diamalkan. Itulah warisan ideologis bangsa kita,” ujar Farhan di hadapan peserta upacara. Ia menjelaskan, kelima sila Pancasila mengandung prinsip fundamental mulai dari nilai ketuhanan yang inklusif, kemanusiaan yang adil, persatuan yang kokoh, demokrasi yang bijaksana, hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga arah pembangunan, Farhan menyoroti delapan agenda prioritas nasional (Asta Cita) menuju Indonesia Emas 2045, di mana penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia menjadi fokus utama.

“Tanpa arah ideologi, pembangunan akan kehilangan arah. Kemajuan tanpa nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan,” tegasnya.

Farhan juga mengingatkan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, ancaman seperti radikalisme, intoleransi, hoaks, dan ujaran kebencian semakin mengancam persatuan bangsa. Untuk itu, ia mengusulkan empat pendekatan strategis dalam merevitalisasi nilai-nilai Pancasila:

  1. Pendidikan Sejak Dini
    Pancasila harus menjadi bagian dari budaya dan sikap sehari-hari dalam dunia pendidikan, bukan sekadar materi pelajaran.

  2. Birokrasi Melayani Rakyat
    Pelayanan publik harus adil, transparan, dan berorientasi pada rakyat, mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

  3. Ekonomi Berkeadilan
    Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan menempatkan UMKM sebagai tulang punggung pembangunan.

  4. Ruang Digital Bermoral
    Literasi digital, toleransi, dan empati perlu ditingkatkan untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian di dunia maya.

Farhan memberi apresiasi kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) atas perannya dalam penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan pelatihan, namun menegaskan bahwa tanggung jawab membumikan Pancasila adalah tugas bersama.

“Ini tugas kita semua. Dari pusat hingga daerah, dari pelajar hingga ulama, dari rakyat hingga pejabat – semua punya tanggung jawab moral menjaga Pancasila,” ujar Farhan.

Di akhir sambutannya, Farhan mengajak seluruh masyarakat Bandung dan Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi bertindak dan ruh dalam membangun bangsa. “Kita ingin Indonesia yang adil, damai, dan disegani dunia bukan hanya karena ekonominya, tapi karena keluhuran budinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.