Puskesmas Jampang Luncurkan TEH PETRA, Integrasi Layanan TB-HIV Jadi Lebih Mudah

oleh

Bogor, ER3News.com — Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menorehkan langkah progresif dalam layanan kesehatan masyarakat.

Melalui Puskesmas Jampang, lahir sebuah inovasi bernama TEH PETRA (Tes HIV/AIDS bagi Penderita TB Segera), sebuah pendekatan baru yang menggabungkan kecepatan, integrasi, dan empati dalam menangani dua penyakit mematikan Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS.

Inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses skrining HIV pada pasien TB dengan metode langsung, terarah, dan ramah pasien.

Tak hanya soal efisiensi waktu, TEH PETRA juga menjawab kebutuhan akan penanganan dini, yang selama ini menjadi celah dalam pelayanan kesehatan primer.

“Dengan TEH PETRA, kami tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga mengembalikan martabat pasien.

Edukasi kami berikan secara personal dan tes dilakukan langsung oleh tim Puskesmas tanpa harus dirujuk ke layanan VCT,” ujar Dini Srie Agustin, Kepala Puskesmas Jampang, Jumat (18/7/2025).

Sistem ini memungkinkan pasien TB menjalani tes HIV di tempat, disertai edukasi langsung dari tenaga kesehatan.

Pasien yang sudah menjalani proses ini akan menerima stempel TEH PETRA di buku pengobatan mereka, sebuah penanda penting untuk pelacakan medis yang lebih efektif.

Solusi Nyata untuk Cegah Penularan HIV

Beberapa keunggulan utama TEH PETRA meliputi:

Skrining HIV langsung saat kunjungan TB, tanpa rujukan tambahan.

Mengurangi stigma dan beban psikologis pasien melalui pendekatan yang lebih humanis.

Pencatatan sistematis yang mendukung monitoring dan evaluasi layanan kesehatan.

Akses ARV lebih cepat bagi pasien dengan hasil reaktif HIV.

Sejak diluncurkan awal tahun 2025, TEH PETRA mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah pasien TB yang menjalani skrining HIV.

Monitoring triwulanan dilakukan secara rutin, dengan target menjangkau minimal 80% pasien TB serta menekan angka penolakan hingga di bawah 10%.

Lebih dari sekadar inovasi lokal, TEH PETRA juga dipersiapkan untuk direplikasi ke Puskesmas lain di Kabupaten Bogor sebagai model sukses integrasi layanan TB-HIV di tingkat dasar.

“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi pelayanan kesehatan tak harus rumit. Dengan komitmen, empati, dan pendekatan manusiawi, perubahan besar bisa dimulai dari akar layanan,” tutup Dini optimistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.