Stop Omong Kosong, Jangan Hina Rakyat

oleh
Stop Omong Kosong, Jangan Hina Rakyat

Jakarta, ER3News.com – Pernyataan kontroversial Sahroni dan Narfa serta celotehan Eko & Uya Kuya yang terkesan melecehkan martabat rakyat menuai amarah publik. Dewan Pimpinan Pusat LSM PENJARA menegaskan, sikap arogan dan mulut nyinyir pejabat serta politisi merupakan bukti mental penguasa yang gagal memahami penderitaan rakyat.

“Kalau tidak mampu menjaga etika publik, lebih baik diam! Jangan hina rakyat yang sedang berjuang di tengah krisis. Ini bukan panggung lawak, ini negara!” tegas juru bicara LSM PENJARA.

Menurut Ketua Umum LSM PENJARA, pernyataan bernada merendahkan rakyat sama saja mempermalukan institusi negara yang mereka wakili.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika diperlukan, kami akan menyeret pernyataan itu ke jalur hukum, bahkan memobilisasi kekuatan rakyat untuk melawan bentuk penghinaan semacam ini,” lanjutnya.

LSM PENJARA mendesak aparat penegak hukum dan Mahkamah Kehormatan Dewan agar bertindak. “Jangan tunggu rakyat marah besar! Kalau hukum lumpuh, rakyat yang akan bertindak!” pungkasnya.

“Ketika rakyat sedang berjuang menghadapi beban hidup, apa yang dilakukan sebagian elite politik? Mereka sibuk melontarkan cemoohan, lelucon murahan, dan komentar yang melukai akal sehat publik.

Nama-nama seperti Sahroni dan Narfa adalah potret nyata arogansi, jauh dari empati, dekat dengan sinisme.”
Sekretariat Jenderal Dewan Pimpinan Pusat LSM PENJARA, menyatakan sikap:
1. Kecaman Keras atas Arogansi Elite; Kami mengecam keras pernyataan-pernyataan yang mencerminkan pelecehan terhadap akal sehat rakyat. Lelucon murahan di atas penderitaan publik adalah pengkhianatan terhadap mandat rakyat.

2. Ingatkan Fungsi Negara: Rakyat adalah Subjek, Bukan Objek; Para pejabat dan anggota dewan harus ingat: jabatan bukan karunia pribadi, melainkan mandat rakyat. Jika hari ini kalian menganggap rakyat hanya bahan olok-olok, jangan salahkan ketika gelombang perlawanan sipil bangkit melawan kesewenang-wenangan.

3. Seruan Ideologis: Hentikan Politik Arogansi, Tegakkan Politik Akal Sehat; Politik bukan panggung lawak, bukan tempat pamer harta dan kuasa. Politik adalah alat perjuangan untuk kesejahteraan rakyat. Kami menyerukan semua elemen masyarakat sipil untuk bersatu melawan praktik politik yang merendahkan martabat bangsa.

“Jika kebijakan publik tidak berpihak, jika mulut elite hanya memuntahkan kesombongan, maka sejarah akan mencatat: rakyat tidak diam. Kami siap menggunakan jalur konstitusi, jalur advokasi, bahkan jalur perlawanan sosial untuk menuntut akuntabilitas.”

Dan Sahroni serta Nafa Urbach terkini harus menjadi “anggota DPR Pengangguran,” keduanya di parkr (baca : dinon aktifkan) oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem, melalui Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketum Partai dan Sekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim.***djohar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.