,

Tidak Ada Masyarakat Bekasi yang Sakit Terbengkalai

oleh
oleh

Cikarang Utara, ER3 News.com – Momentum peresmian wajah baru Sentra Medika Hospital Cikarang yang di luncurkan dengan konsep “Reborn” menjadi ajang komitmen timbal balik antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan sektor swasta dalam memperkuat layanan kesehatan.

Peresmian yang di laksanakan di halaman RS Sentra Medika Hospital, Jalan Raya Industri, Cikarang Utara, Kamis (16/10/2025). Di hadiri oleh Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Founder Sentra Medika Hospital Grup, Suherman Widyatomo.

Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasinya atas pembaruan Sentra Medika, yang selama 24 tahun telah menjadi mitra penting dalam ekosistem kesehatan Bekasi.

“Pemkab Bekasi terus berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam memaksimalkan layanan kesehatan di tiap rumah sakit,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan rumah sakit swasta mitra BPJS Kesehatan dan Jamkesda telah berhasil menjamin masyarakat Kabupaten Bekasi mendapatkan pelayanan.

“Jadi tidak ada masyarakat Kabupaten Bekasi yang sakit terbengkalai. Indeks kepuasan pelayanan di sini sudah mencapai di atas 98-99 persen. Saya sampaikan ucapan terima kasih saya selaku pemerintahan daerah kepada rumah sakit swasta,” tegasnya.

Sementara itu, Founder Sentra Medika Hospital Grup, Suherman Widyatomo, dalam sambutannya menegaskan bahwa “Reborn”. Berarti lahir kembali dengan semangat dan kualitas pelayanan yang totalitas. Baginya, sudah menjadi satu keharusan dalam peningkatan mutu layanan untuk menahan masyarakat berobat ke luar negeri.

“Dengan Central Medical Hospital reborn, saya berharap pelayanan non-medik dan pelayanan medik harus kita bangkitkan. Agar supaya para pasien tidak berobat hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Menghilangkan Diskriminasi Pelayanan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia memperkenalkan standar pelayanan baru yang harus di terapkan seluruh jajaran rumah sakit. Mulai dari dokter hingga cleaning service, yaitu RCIT (Ramah, Cepat, Informatif, Teliti, dan Bertanggung Jawab).

Poin penting lain yang di sampaikan adalah janji untuk menghilangkan diskriminasi pelayanan. Dimana, kualitas pelayanan untuk pasien-pasien BPJS di tingkatkan.

“Tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dengan pasien tunai,” katanya.

Suherman Widyatomo berharap momentum peresmian ini menjadi awal dari babak baru kolaborasi yang produktif. Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *