Kota Bandung, ER3 News.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pemantauan terhadap sejumlah pohon di sepanjang Jalan Otista yang berada di atas saluran drainase.
Langkah ini di lakukan sebagai upaya awal untuk mengantisipasi potensi risiko keselamatan akibat kondisi akar pohon yang mulai terlihat dan berpotensi mengganggu struktur saluran.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, pengecekan di lakukan untuk memastikan kondisi pohon di kawasan perkotaan tetap aman bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, penanganan pohon tidak bisa di lakukan secara tergesa-gesa dan harus melalui kajian yang matang.

“Karena berada di atas saluran dan akarnya sudah terlihat, ini berpotensi menimbulkan risiko. Tapi penanganannya harus di kaji dulu dan tidak bisa sembarangan,” ujarnya di sela-sela monitoring kewilayahan, Jumat 9 Januari 2025.
Farhan menjelaskan, di kawasan perkotaan terdapat kondisi tertentu yang mengharuskan adanya penataan.
Namun demikian, setiap langkah harus memperhatikan aturan tata ruang dan aspek lingkungan.
Untuk itu, Pemkot Bandung melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kajian teknis. Yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Ciptabintar).
“Kajian ini penting agar penanganan pohon tidak melanggar tata ruang. Jika berdasarkan ketentuan kawasan tersebut merupakan daerah hijau, tentu tidak bisa langsung di lakukan penebangan,” jelasnya.
Tidak Bisa di Lakukan Sembarangan.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Penghijauan dan Pemberian Pohon, Dinas Pangan dan Pertanian (DPKP) Kota Bandung, Asep Suryana menyampaikan, pemantauan pohon di lakukan di ruas Jalan Otista dari kawasan Dalam Kaum hingga Tegalega.
Ia menyampaikan, seluruh proses masih dalam tahap kajian.
“Penanganan pohon tidak bisa di lakukan sembarangan. Apalagi kondisi ruang terbuka hijau Kota Bandung saat ini belum mencapai 30 persen, sehingga setiap keputusan harus benar-benar di pertimbangkan,” ujarnya.

Menurut Asep, informasi teknis terkait keberadaan saluran drainase di peroleh dari DSDABM untuk memperkuat dasar kajian.
Adapun jenis pohon yang menjadi perhatian dalam monitoring tersebut antara lain Tabebuya dan Katapang Kencana.
Pemkot Bandung memastikan, hasil kajian lintas OPD akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.







