Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung Indramayu Hampir Rampung

oleh
banner 468x60

Indramayu, ER3 News.com – Infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung, Kecamatan Terisi, Jawa Barat, kini mendekati rampung. Sekolah yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia ini di dirikan di atas lahan seluas 10 hektar. Sekolah tersebut siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Yang akan di mulai 31 Juli 2026, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Demikian di katakan Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati. Yang juga menjabat sebagai Asisten Setda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Pada saat ketika melakukan monitoring dan evaluasi persiapan MPLS bagi siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu, di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

banner 336x280

Iin Indrayati menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Yaitu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Berdirinya Sekolah Rakyat ini pun merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah, dalam hal ini Kemensos bersama Pemkab Indramayu. Bertujuan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan rakyat,” ujarnya.

Meringankan Beban Perekonomian Orang Tua Siswa.

Di tempat yang sama, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto. Ia mengatakan bahwa kawasan Sekolah Rakyat di bangun sebagai kompleks pendidikan terpadu. Yang mencakup gedung sekolah dasar hingga menengah atas, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga.

Di sejumlah lokasi juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna. Hingga taman edukasi yang di dukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Menurut Agus, di mulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat di rasakan manfaatnya oleh generasi penerus. Sekaligus meringankan beban perekonomian orang tua siswa. Pemanfaatan ini juga menjadi indikator bahwa infrastruktur yang di bangun telah memasuki tahap operasional yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan,” katanya.

Sementara itu, jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu yang berhasil di jaring berjumlah 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 90 siswa, SMP 90 siswa. Dan jenjang pendidikan SMA 90 siswa, serta di tambah 100 siswa dari sekolah rintisan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *