Kota Bandung, ER3 News.com – PT Bandung Infra Investama (BII) memastikan bertanggung jawab penuh terhadap korban insiden sepeda motor yang terjatuh. Yang di akibat oleh kondisi tutup manhole yang tidak rata di kawasan Simpang Lima Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.
Selain menanggung seluruh biaya yang timbul, perusahaan juga telah menyelesaikan perbaikan infrastruktur. Dan memperketat pengawasan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kepala Bagian Operasional PT BII, Boby Surya Alam, mengatakan perusahaan bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Prioritas utama yang di lakukan adalah memastikan kondisi korban tertangani dengan baik serta memperbaiki titik yang mengalami kerusakan.
“Untuk korban, kami bertanggung jawab secara penuh. Biaya berobat dan kerusakan yang ada pada motornya kami ganti, full cover,” ujar Boby, Kamis 2 Juli 2026.
Permukaan Tutup Mainhole Yang Tidak Rata.
Berdasarkan informasi yang di himpun di lapangan, korban merupakan seorang perempuan warga Naripan. Korban terjatuh dengan kecepatan rendah saat melintas di lokasi karena melihat permukaan tutup mainhole yang tidak rata dan pada saat bersamaan terdesak kendaraan lain. Saat ini proses penanganan korban telah di lakukan oleh tim HRD PT BII yang juga terus berkomunikasi dengan korban beserta keluarganya.

Boby menjelaskan, kondisi di lokasi bukan berupa lubang terbuka, melainkan tutup mainhole yang mengalami sedikit penurunan pada salah satu sisinya. Setelah di lakukan pemeriksaan teknis, penyebabnya di ketahui berasal dari cacat produksi pada bagian frame precast mainhole sehingga struktur penyangganya menjadi tidak stabil.
“Jadi sebenarnya precast manhole itu mengalami cacat produksi. Setelah kami telusuri, bagian frame besinya rusak sehingga dudukan menjadi tidak stabil. Akibatnya permukaan mainhole sedikit turun dan menimbulkan perbedaan elevasi dengan badan jalan,” jelasnya.
Menurutnya, perbedaan tinggi permukaan tersebut berpotensi mengganggu kestabilan kendaraan roda dua saat melintas. Karena itu, begitu menerima laporan, tim PT BII langsung melakukan penanganan darurat pada malam hari.
Perbaikan di lakukan dengan mengganti badan mainhole yang mengalami kerusakan sekaligus merapikan kembali permukaan di sekitarnya. Seluruh pekerjaan di selesaikan pada dini hari dan titik tersebut kini telah kembali normal sehingga aman di lalui pengguna jalan.
“Semalam langsung kami eksekusi. Badan manhole yang rusak kami ganti, kemudian kami rapikan kembali. Perbaikan selesai sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Boby.
Selain menyelesaikan perbaikan, PT BII juga memperkuat langkah-langkah preventif. Boby mengatakan perusahaan secara rutin mengerahkan tim patroli untuk memeriksa seluruh ruas dan manhole yang telah di bangun guna memastikan kondisinya tetap aman.
“Setiap saat tim melakukan patroli untuk melihat kondisi mainhole eksisting yang sudah di bangun. Tujuannya menghindari hal-hal seperti ini agar tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini hasil pemantauan belum menemukan adanya kondisi serupa di titik lain. Meski demikian, inspeksi berkala akan terus di lakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan masyarakat. Dan memastikan seluruh infrastruktur yang di kerjakan berada dalam kondisi baik.













