Kemenhub Menyabet Tiga Penghargaan Global di ICAO GISS 2026 Maroko

oleh

Maroko, ER3 News.com – Prestasi gemilang kembali di torehkan Indonesia di kancah internasional. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) berhasil menyabet tiga penghargaan prestisius. Yaitu dalam ajang ICAO Global Implementation Support Symposium (GISS) 2026 yang di gelar di Marrakech, Maroko, pada 14–16 April 2026.

Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal ICAO, Juan Carlos Salazar. Sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan Indonesia dalam sektor pelatihan penerbangan sipil dunia.

Tiga Kategori Penghargaan Yang Di Raih

Indonesia berhasil mengukuhkan dominasinya melalui tiga kategori penghargaan utama, yaitu:

  1. Platinum Member ICAO Trainair Plus: Kedudukan tertinggi dalam keanggotaan program pelatihan ICAO.
  2. Most Implemented STP Across the Network: Di raih melalui program Ramp Safety Awareness yang paling banyak di implementasikan di jaringan global.
  3. Highest Number of ICAO Training Packages Developed: Penghargaan atas produktivitas Indonesia dalam mengembangkan paket pelatihan standar ICAO terbanyak.

Kepala PPSDMPU BPSDMP Kemenhub, M. Abrar Tuntalanai, menyatakan bahwa capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin sekaligus kontributor utama pengembangan SDM penerbangan global.

Dampak Nyata bagi Taruna dan Lulusan

Pengakuan internasional ini tidak hanya sekadar trofi, namun memberikan dampak konkret bagi kualitas pendidikan transportasi di tanah air. Lulusan perguruan tinggi di bawah naungan Kemenhub kini memiliki daya saing yang lebih kuat karena:

  • Standar Global: Kurikulum yang di terapkan menggunakan paket pelatihan (training package) yang di akui industri penerbangan dunia.
  • Link and Match: Materi pendidikan selaras dengan kebutuhan industri terkini, terutama pada aspek teknis dan kesadaran keselamatan (safety awareness).
  • Kompetitif di Pasar Internasional: Lulusan memiliki tolok ukur kompetensi internasional, memudahkan mereka terserap di industri penerbangan baik di dalam maupun luar negeri.

Diplomasi Penerbangan dan Target ICAO Council 2028

Selain membawa pulang penghargaan, delegasi Indonesia juga memainkan peran strategis sebagai anggota Steering Committee Meeting dan peserta aktif dalam workshop Trainair Plus. Momentum ini di manfaatkan untuk memperkuat diplomasi dengan negara-negara anggota ICAO lainnya.

“Partisipasi aktif ini memperkuat langkah diplomasi Indonesia dalam pencalonan sebagai anggota ICAO Council periode 2028,” ujar Abrar.

Keberhasilan di Marrakech ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia telah bertransformasi menjadi Training Center of Excellence atau pusat unggulan pelatihan penerbangan yang di akui secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *