Polres Cirebon Kota Pastikan Pelajar Korban Oknum Pelatih Voli Tidak Hamil

oleh

Cirebon, ER3 News.com – Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota memberikan klarifikasi resmi terkait perkembangan kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan. Yang di duga melibatkan seorang oknum pelatih bola voli berinisial RAP (20). Pihak kepolisian meluruskan informasi simpang siur yang sempat beredar di tengah masyarakat mengenai kondisi korban.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan. Bahwa korban yang masih berstatus pelajar tersebut tengah hamil akibat perbuatan pelaku adalah tidak benar atau hoaks.

“Kami ingin meluruskan informasi yang berkembang. Setelah di lakukan pengecekan mendalam, korban dalam kasus ini di nyatakan tidak hamil. Pernyataan sebelumnya yang beredar di masyarakat mengenai kondisi kehamilan korban tidak benar,” ujar Kasi Humas, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga korban juga telah memberikan pernyataan senada guna memberikan ketenangan. sSrta memulihkan nama baik keluarga.

“Keluarga korban secara tegas memastikan bahwa tidak ada kehamilan akibat perbuatan tersangka,” tambahnya.

Meski demikian, proses hukum terhadap tersangka RAP tetap berjalan secara tegas. Kasus ini bermula saat orang tua korban melaporkan dugaan tindakan asusila. Yang terjadi di sebuah indekos di kawasan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim Polres Cirebon Kota bergerak cepat mengamankan pelaku.

Saat ini, RAP telah resmi di tetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban yang di kenakan saat kejadian untuk memperkuat berkas penyidikan.

Atas perbuatannya, oknum pelatih voli tersebut di jerat dengan Pasal 415 huruf b Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi memberikan keadilan bagi korban yang masih di bawah umur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *