Garut, ER3 News.com – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin pelaksanaan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/5/2026).
Bupati Garut menyoroti langkah-langkah strategis dalam menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.

Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga instrumen utama pendorong ekonomi, yakni investasi, belanja pemerintah, dan belanja rumah tangga. Meski investasi di tahun 2025 melampaui target, ia mengakui adanya tantangan di tahun 2026. Yaitu akibat dinamika geopolitik global dan krisis energi yang membuat investor masih menunggu kondisi lebih stabil.
“Karena semua orang melihat masih banyak yang wait and see melihat kondisi ke depan. Ya dengan dinamika yang ada di depan kita semua masih adanya konflik, ada kondisi geopolitik. Dan juga kondisi krisis bahan energi di mana-mana, sehingga investasi masih berjalan belum secepat yang kita bayangkan,” ungkapnya.
Segera Merealisasikan Anggaran Kegiatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Garut menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera merealisasikan anggaran kegiatan. Khususnya bantuan sosial (bansos) dan hibah. Percepatan pencairan ini di nilai krusial untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat masyarakat bawah.
Selain belanja pemerintah, Bupati Garut menitikberatkan pada penguatan belanja rumah tangga melalui penyelenggaraan berbagai event massal. Ia meyakini kegiatan seni, budaya, dan olahraga memiliki daya tarik besar untuk memobilisasi massa yang berdampak langsung pada sektor transportasi, kuliner, dan perdagangan.
Ia mencontohkan kesuksesan rangkaian acara budaya minggu lalu serta pembukaan kejuaraan renang antar pelajar se-Jawa Barat yang baru saja di buka.
“Sebagai ilustrasi contohnya kita akan melaksanakan kegiatan Liga Desa untuk cabang olahraga bola voli. Kenapa? Karena bola voli adalah salah satu cabang yang sangat populer di masyarakat dan di situ ada kumpulan massa yang berpotensi adanya aktivitas ekonomi. Kita akan coba di seluruh penjuru Kabupaten Garut di berbagai macam kecamatan,” lanjutnya.
Terkait keterbatasan anggaran, Bupati Garut berpesan agar seluruh jajaran tetap kreatif. Dan tidak menjadikan kekurangan biaya sebagai alasan untuk tidak bergerak atau melakukan tindakan tidak terpuji. Ia menekankan pentingnya esensi acara di bandingkan seremonial yang berlebihan.
“Tapi saya berharap bahwa tidak menjadi alasan melakukan tindakan yang tidak semestinya, tidak perlu memaksakan diri laksanakan seadanya. Dan tidak perlu terlalu banyak atribut-atribut yang penting eventnya jalan dan memberikan dampak ekonomi,” ungkap Syakur.
Menutup arahannya, Syakur menegaskan bahwa mobilisasi masyarakat melalui kegiatan positif adalah kunci. Dengan adanya kerumunan massa yang terkelola, akan terjadi aktivitas belanja rumah tangga yang menjadi tumpuan ekonomi di tengah jumlah penduduk Garut yang besar.






