Kota Bandung, ER3 News.com – Karo SDM Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Fadly Samad menegaskan proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara. Dan juga Tamtama Polri Tahun 2026 di lingkungan Polda Jabar di laksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan seleksi di lakukan secara terbuka agar setiap peserta dapat mengetahui langsung hasil yang di peroleh pada setiap tahapan tes. Sistem penilaian berbasis Computer Assisted Test (CAT) juga memungkinkan nilai peserta tampil secara realtime di layar monitor lokasi ujian.
Menurut Kombes Pol. Fadly Samad, transparansi menjadi prinsip utama dalam penerimaan anggota Polri. Dan sebagai bentuk komitmen menghadirkan proses seleksi yang objektif dan bebas dari praktik kecurangan. Peserta di berikan kesempatan untuk melakukan koreksi apabila merasa terdapat ketidaksesuaian hasil penilaian selama tes berlangsung. Selain itu, seluruh tahapan seleksi di awasi secara berlapis oleh pengawasan internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar. Serta melibatkan pengawasan eksternal dari unsur masyarakat guna memastikan proses berjalan jujur, profesional, dan berintegritas.
Tahapan seleksi penerimaan anggota Polri meliputi pendaftaran online, verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi CAT. Juga tes akademik, mental ideologi, penelusuran mental kepribadian, hingga tes kesamaptaan jasmani dan pemeriksaan administrasi akhir. Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta menjalani pemeriksaan ketat guna mencegah adanya kecurangan. Polda Jawa Barat menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu. Karena seluruh proses seleksi di laksanakan berdasarkan kemampuan dan integritas masing-masing peserta. Sejalan dengan semangat transformasi Polri Presisi dalam mencetak calon anggota Polri yang unggul dan profesional.





