Walikota Tasikmalaya Turun Langsung Untuk Benahi Dadaha

oleh
banner 468x60

Kota Tasikmalaya, ER3 News.com – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan turun langsung memimpin apel pagi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Dadaha, Sabtu (25/7/2026). Langkah ini di lakukan untuk mempercepat penataan kawasan olahraga dan ruang publik Dadaha agar kembali bersih, nyaman, serta menjadi destinasi favorit masyarakat.

Dalam arahannya, Viman menegaskan penataan Dadaha bukan hanya menjadi tanggung jawab UPTD Dadaha, melainkan seluruh perangkat daerah. Ia ingin kawasan yang menjadi ikon olahraga dan rekreasi Kota Tasikmalaya itu kembali memberikan kenyamanan bagi masyarakat sesuai dengan taglinenya Tasik Nyaman.

banner 336x280

“Saya ingin Dadaha terkelola dengan baik sehingga masyarakat yang berolahraga maupun berwisata ke sini merasa nyaman. Sudah lama saya tidak lari di stadion. Ternyata masih banyak warga yang datang, tetapi kondisi sampah, bau yang menyengat, hingga PKL yang tidak tertata menjadi persoalan yang harus segera di selesaikan,” ujar Viman saat memberikan arahan sabtu 25 Juli 2026 di kawasan dadaha.

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan membuat sebagian masyarakat memilih memulai aktivitas olahraga dari kawasan Taman Kota di bandingkan Dadaha.

Viman mengungkapkan, setelah adanya insiden dentuman beberapa waktu lalu, dirinya langsung memeriksa kondisi kawasan Dadaha secara menyeluruh. Hasilnya, sejumlah persoalan seperti penataan pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga ruang terbuka hijau harus segera di benahi.

Ia juga meminta Dinas Pemadam Kebakaran segera melakukan penyemprotan di area Stasiun Peralihan Antara (SPA) sampah yang selama ini menimbulkan bau tidak sedap.

“Hari ini saya minta Damkar melakukan penyemprotan. Setelah itu di lanjutkan menggunakan eco enzyme sebanyak mungkin. Bau ini bukan hanya mengganggu warga yang berolahraga, tetapi juga pelaku UMKM dan pengusaha di sekitar kawasan Dadaha,” tegasnya.

SPA Dadaha Resmi di Tutup Permanen.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, di dampingi Kabid pengelolaan sampah Fery Arif Maulana. Ia mengatakan penutupan SPA Dadaha merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota untuk meningkatkan kenyamanan ruang publik.

Menurutnya, selama kepemimpinan wali kota sebelumnya, SPA tersebut belum pernah di tutup. Namun, kondisi saat ini di nilai sudah tidak layak karena bau sampah yang menyengat dan banyaknya keluhan masyarakat.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, sejak 22 Juli 2026 SPA Dadaha resmi di tutup permanen. Mudah-mudahan langkah ini bisa mengatasi persoalan volume sampah dan meningkatkan kenyamanan masyarakat,” kata Sandi.

Ia menjelaskan, selama ini SPA Dadaha menampung sekitar *36 meter kubik sampah setiap hari*. Sebagai solusi, sampah akan di alihkan ke beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sekitar kawasan Dadaha agar tidak lagi terpusat di satu lokasi.

DLH juga akan berkolaborasi dengan UPTD Dadaha untuk melakukan pengawasan sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke bekas lokasi SPA.

Ke depan, lahan eks SPA Dadaha akan di manfaatkan untuk kepentingan publik. Sejumlah usulan telah muncul, mulai dari pembangunan pos atau stasiun pemadam kebakaran, area parkir. Dan hingga fasilitas lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan penataan yang sedang di lakukan, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kawasan Dadaha dapat kembali menjadi ruang publik yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *