Farhan Tegaskan PKL Harus Ikuti Aturan

oleh

Kota Bandung, ER3 News.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai membenahi kawasan Jalan Kiaracondong dengan memprioritaskan penataan trotoar dan pembersihan drainase. Penataan ini di lakukan untuk mengurangi risiko genangan air sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah aktivitas perdagangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembenahan kawasan Kiaracondong merupakan hasil kesepakatan. Yaitu antara warga, pedagang serta unsur kewilayahan setelah melalui tiga kali pertemuan sejak Oktober 2025.

Menurut Farhan, penataan tersebut mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat. Warga dan pedagang di dorong untuk ikut menentukan pola penataan yang sesuai dengan aturan dan kondisi kawasan.

“Ini adalah pembenahan mandiri yang di lakukan oleh warga. Yangh di koordinasikan oleh lurah dan camat atas perintah wali kota dan arahan dari Gubernur Jawa Barat. Ini bentuk kolaborasi bottom up yang menurut saya paling baik yang pernah saya lihat,” kata Farhan di Pasar Kiaracondong, Selasa 13 Oktober 2026.

Ia mengatakan, Pemkot Bandung tidak melarang pedagang kaki lima (PKL) untuk mencari nafkah. Namun, aktivitas berjualan harus mengikuti ketentuan agar tidak mengganggu kepentingan umum.

Tiga Prinsip Utama Yang Harus di Patuhi PKL.

Farhan menyebut, terdapat tiga prinsip utama yang harus di patuhi PKL, yakni tidak menggunakan bangunan permanen maupun semipermanen, memiliki jam operasional yang jelas serta menerapkan prinsip datang dalam keadaan bersih dan pulang dengan meninggalkan tempat tetap bersih.

“Pada prinsipnya PKL bukan tidak boleh berdagang. Boleh berdagang tetapi aturannya jelas. Tidak boleh permanen atau semipermanen, datang bersih pulang bersih dan jam operasionalnya di batasi,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, pembenahan di lakukan secara bertahap. Tahap awal di fokuskan pada pembersihan trotoar dan drainase yang selama ini tertutup tumpukan sedimen serta sampah.

Kondisi drainase yang tertutup di khawatirkan menghambat aliran air hujan dan meningkatkan risiko genangan, terutama di kawasan permukiman warga RW 1 Kelurahan Kebon Jayanti.

Ia berharap, setelah saluran air kembali berfungsi, aliran air hujan dapat masuk ke drainase dan mengalir menuju kawasan Sukapura sehingga tidak meluap ke lingkungan permukiman.

“Yang paling pertama adalah membersihkan trotoar dan drainase. Drainase sudah menghilang karena tumpukan sedimen dan sampah. Itu kita bersihkan dulu supaya ketika hujan turun air masuk ke drainase dan mengalir ke Sukapura, bukan ke permukiman warga,” ungkapnya.

Pengaturan Parkir Juga Menjadi Perhatian.

Setelah pembenahan infrastruktur selesai, penataan aktivitas perdagangan akan di lanjutkan melalui kesepakatan bersama antara pedagang, warga, lurah, camat, pengelola pasar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Selain trotoar dan drainase, pengaturan parkir juga menjadi perhatian dalam penataan kawasan Kiaracondong. Farhan mengatakan, parkir liar di pinggir jalan tidak boleh di biarkan karena berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Adapun pengaturan parkir, aktivitas pasar dan operasional pedagang akan di bahas lebih lanjut bersama pihak terkait. Untuk sisi barat kawasan, Farhan menyebut telah tersedia tempat parkir yang dapat di manfaatkan.

Farhan juga mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan parkir dengan tarif yang tidak jelas atau di tentukan secara sepihak.

“Pada prinsipnya, parkir tidak boleh liar. Tidak boleh tiba-tiba mematok Rp10.000. Semua harus di atur,” katanya.

Penanganan Jalan Kiaracondong juga melibatkan dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kiaracondong di sisi timur dan Kecamatan Batununggal di sisi barat. Oleh karena itu, koordinasi lintas wilayah di perlukan agar penataan berjalan selaras meskipun penanggung jawab kewilayahannya berbeda.

Farhan berharap, melalui kerja sama pemerintah, warga, pedagang, pengelola pasar dan petugas parkir. Maka kawasan Kiaracondong dapat menjadi lebih tertib tanpa menghilangkan kesempatan masyarakat untuk berusaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *