Kota Tasikmalaya, ER3 News.com – Polres Tasikmalaya Kota, bekerja sama dengan dinas terkait, menutup aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah perbukitan Kampung Ciherang, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (10/11/2025).
Penutupan ini di lakukan setelah petugas mendapatkan laporan adanya kegiatan pengolahan bahan tambang yang tidak memiliki izin resmi. Saat tiba di lokasi, aparat gabungan segera menutup area tersebut dan memasang spanduk serta garis polisi (police line) di sekitar lokasi yang di duga menjadi pusat pengolahan hasil tambang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Herman Saputra, membenarkan kegiatan ini.
”Hari ini kami bersama dinas terkait melakukan penertiban tambang liar yang ada di wilayah Karangjaya,” kata Kasat Reskrim
Ia menjelaskan, tim gabungan telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di area tambang yang telah lama menjadi perhatian warga. Di lokasi tersebut, di temukan sejumlah lubang menyerupai sumur yang di duga di gunakan sebagai tempat pengolahan lumpur atau batuan yang mengandung emas.
Selain menutup lokasi, petugas juga mengambil sampel air limbah dari area tersebut yang di duga kuat telah mencemari aliran sungai di sekitar kawasan tambang. Beberapa alat penambangan juga turut di amankan oleh petugas.
Saat ini, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara rinci hasil penyelidikan karena pemeriksaan masih berlangsung, dan fokus utama adalah menghentikan aktivitas ilegal demi menjaga lingkungan.
”Nanti ya, untuk yang lebih jelasnya. Ini ada dua tempat. Yang jelas kita tutup aktivitasnya,” ujarnya.
Menunggu Hasil Uji Laboratorium.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan batuan yang di ambil. Setelah hasil tersebut keluar, proses akan di lanjutkan ke tahap penyelidikan berikutnya untuk menentukan langkah hukum yang akan di ambil.
”Kami menunggu hasil laboratorium. Setelah itu, akan di lakukan penyelidikan lanjutan,” jelasnya.
Selama proses penertiban berlangsung, ratusan warga tampak berkumpul di luar area tambang menyaksikan tindakan aparat gabungan.
Kasat Reskrim menyebutkan bahwa tidak ada protes atau penghalangan dari warga.
”Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Warga mendukung langkah yang kami ambil,” katanya.





