Jakarta, ER3 News.com – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia. Beliau membuka Rapat Mekanisme Tata Kelola Pertahanan Nirmiliter dalam Menghadapi Ancaman Nonmiliter. Yang di selenggarakan di Hotel Millennium, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).

Dalam sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) yang di sampaikan oleh Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan. Beliau tegaskan bahwa kerja sama antar kementerian dan lembaga dalam menghadapi ancaman nirmiliter. Merupakan faktor kunci yang perlu di perkuat serta di laksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Karo Ortala) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Sanggam David turut memaparkan mekanisme tata kelola pertahanan nirmiliter. Karo Ortala menjelaskan bahwa terdapat 54 jenis ancaman nonmiliter yang di kelompokkan dalam tujuh dimensi ancaman. Sehingga menuntut kesiapan Kementerian/Lembaga/Instansi (K/L/I) serta koordinasi lintas sektor yang kuat.

Kegiatan ini juga di isi dengan sesi simulasi skenario studi kasus pertahanan nirmiliter yang bertujuan menguji pemahaman, kesiapsiagaan. Serta pola koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam mengimplementasikan mekanisme tata kelola pertahanan nirmiliter. Melalui simulasi tersebut, peserta di ajak memahami alur pengambilan keputusan, penetapan unsur utama dan unsur pendukung. Serta tahapan penanganan ancaman nonmiliter secara terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Rangkaian kegiatan di lanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu implementatif.
Selanjutnya, rapat di tutup oleh Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Tata Negara, Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P. yang mewakili Sekjen Kemhan.
“Saya berharap setiap kementerian, lembaga, dan institusi dapat menindaklanjuti poin-poin pembahasan ini dengan langkah yang nyata, terukur, dan berkesinambungan,” ujar Sekjen Kemhan dalam sambutan penutup yang dibacakan Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P.














