Garut, ER3 3 News.com – Wakil Bupati menyampaikan bahwa penertiban di sekitar lingkungan Pemda merupakan langkah krusial karena kawasan ini menjadi barometer atau benchmarking kedisiplinan di Kabupaten Garut.
“Kalau misalkan kita menertibkan di perkotaan, pasti ada warga yang protes, kok.. mengapa PKL yang di depan kantor Pemda sendiri tidak di tertibkan. Makanya, hari ini kita bereskan dan tata area di dekat Pemda,” ujar Putri Karlina.
Putri Karlina menegaskan bahwa tindakan ini bukan bermaksud mengusir para pedagang dalam mencari nafkah, melainkan untuk mengatur agar lebih tertib dan rapi. Serta Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan ruang atau fasilitas yang layak bagi para pedagang agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Hal ini semata di lakukan bukan berarti di usir, tapi di tertibkan. Kami memberikan ruang dan fasilitas, jadi saya memohon kepada para PKL agar bisa tertib berdagang disini,” tambahnya.

Selain penataan pedagang, Wakil Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada praktik jual-beli lapak di area relokasi atau tempat penertiban. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya oknum yang memanfaatkan celah bisnis secara ilegal di atas fasilitas pemerintah.
“Tidak boleh ada jual-beli lapak. Hal ini guna meminimalisir orang yang mau mencari peluang, kesempatan atau celah bisnis di dalam bisnis,” tegasnya.
Sejalan dengan penertiban PKL, Pemerintah Kabupaten Garut juga tengah merapikan sistem perparkiran di sekitar kawasan Pemda. Guna mencegah menjamurnya parkir liar yang kerap memicu kemacetan. Melalui Dinas Perhubungan akan segera melakukan penetapan lokasi parkir dengan di kelola langsung secara resmi.






