Indonesia Perkuat Komitmen Bersama Turki Wujudkan Kemerdekaan Palestina

oleh

Bogor, ER3 News.com – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, secara tegas mengecam rencana sepihak pemerintah Israel. Yang telah berniat memperluas wilayah pendudukan hingga mencakup sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza. Menurut Sugiono, langkah ekspansi wilayah tersebut merupakan tindakan ilegal yang jelas bertentangan dengan hukum internasional. Serta di nilai sangat merusak berbagai upaya mewujudkan perdamaian global. Dan konsep solusi dua negara yang selama ini menjadi landasan penyelesaian konflik Palestina–Israel.

Isu krusial ini menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026). Menlu Sugiono menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten menolak segala bentuk kebijakan sepihak. Yaitu dengan mengubah tatanan wilayah maupun status hukum di wilayah tersebut.

“Kita tetap dalam posisi menolak dan mengecam rencana tersebut. Itu juga tadi yang jadi bahasan antara pertemuan Pak Presiden dengan Menlu Fidan. Bahwa ini adalah langkah-langkah ilegal yang di lakukan oleh Israel,” ujar Menlu Sugiono di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Lebih jauh, Sugiono menegaskan kembali komitmen diplomatik Indonesia untuk terus berada di garda terdepan dalam mengadvokasi perdamaian. Serta mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Ia menekankan bahwa rencana perluasan wilayah tersebut harus di hentikan sepenuhnya. Karena akan semakin menjauhkan harapan rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat.

“Itu tadi kita harus stop, karena bagi kita intinya menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” tegas Sugiono.

Merumuskan Langkah-Langkah Strategis Yang Nyata.

Kunjungan resmi Menlu Turki ke Indonesia ini menjadi momentum penting bagi kedua negara sahabat untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang nyata. Guna mempercepat terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya di Jalur Gaza. Dalam pembahasannya, Sugiono juga menyoroti bahwa eskalasi konflik yang meluas ke negara-negara lain di kawasan. Seperti Iran belakangan ini, sempat mengalihkan perhatian dunia internasional dari perjuangan utama rakyat Palestina. Oleh karena itu, Indonesia dan Turki sepakat untuk mendorong kembali fokus perhatian dunia ke penyelesaian akar masalah di Gaza.

“Kita ingin kembali fokus untuk perjuangan di Palestina, di Gaza. Dengan perang yang terjadi saat ini di Iran, semuanya terhenti. Kita harus kembali ke sana dan untuk itu kita harus juga cari cara-cara untuk menyelesaikan konflik ini,” ungkap Sugiono.

Selain membahas isu geopolitik dan perdamaian, pertemuan bilateral tersebut juga di warnai apresiasi mendalam dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta pemerintah Turki. Apresiasi ini di sampaikan atas bantuan dan dukungan penuh yang di berikan Ankara. Yaitu dalam proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Pendekatan Diplomasi Yang Lebih Adaptif dan Fleksibel.

Menlu Sugiono menambahkan bahwa hubungan diplomatik yang semakin erat antara Indonesia dan Turki merupakan cerminan dari komitmen kuat Indonesia. Untuk terus memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai negara mitra. Apalgi di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok. Yang menuntut Indonesia untuk tetap proaktif hadir dalam berbagai forum internasional. Serta menjalin hubungan baik dengan semua pihak demi menjaga ketertiban dunia.

Sugiono juga menekankan bahwa perkembangan situasi dunia yang penuh tantangan saat ini menuntut pendekatan diplomasi yang lebih adaptif dan fleksibel. Menurutnya, pertemuan tatap muka langsung antarnegara sangat penting. Tujuannya  untuk membangun kedekatan personal yang kuat antar pemimpin. Karena mengingat jalur konvensional saja tidak cukup untuk menjawab ketidakpastian situasi global.

“Timur Tengah perang, banyak juga beberapa titik di dunia ini yang panas. Dan kita, sekali lagi ini amat menegaskan Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia secara proaktif,” pungkas Sugiono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *