Wali Kota Tawarkan Potensi Investasi dan Penguatan Kolaborasi Antar Daerah

oleh
banner 468x60

Jakarta, ER3 News.com – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di dampingi Sekretaris Daerah, Iing Daiman menghadiri Kunci Bersama Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (27/7/2026). Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, BUMN dan BUMD. Serta berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antar daerah. Sekaligus membuka peluang investasi di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

banner 336x280

Kunci Bersama merupakan forum kerja sama yang telah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Dan melibatkan 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan kawasan yang tergabung dalam Kunci Bersama memiliki potensi besar. Yaitu dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 13 juta jiwa. Potensi tersebut mencakup sektor ketahanan pangan, perdagangan, industri, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan.

“Melalui ekspos potensi 10 kabupaten dan kota serta business matching. Kami berharap lahir kerja sama yang nyata, investasi yang berkualitas. Dan juga manfaat ekonomi yang bisa di rasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Kunci Bersama Lahir Dari Sebuah Tekad.

Ketua Sekretariat Kerja Sama (Setker) Kunci Bersama, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan forum tersebut lahir dari keyakinan bahwa batas administrasi tidak boleh menjadi batas bagi kolaborasi dan kemajuan daerah.

“Lima belas tahun yang lalu Kunci Bersama lahir dari sebuah tekad. Bahwa batas administrasi tidak boleh membatasi imajinasi dan tidak boleh menjadi batas kolaborasi. Apalagi menjadi batas kemajuan daerah,” kata Dian.

Ia menyebut kawasan Kunci Bersama memiliki ruang ekonomi yang sangat menjanjikan. Yang mulai dari pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, industri manufaktur, pariwisata, sport tourism, hingga perdagangan karbon.

Menurut Dian, kepercayaan menjadi salah satu kunci dalam menarik investasi. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan kepastian, kemudahan. Serta keberpihakan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Summit ini bukan sekadar forum diskusi atau seremonial. Ini adalah upaya untuk mempertegas komitmen, membangun jejaring kemitraan. Dan membuka jalan menuju masa depan kawasan yang lebih kompetitif, lebih maju, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Kota Cirebon Memiliki Posisi Strategis.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan, Kota Cirebon memiliki posisi strategis. Yaitu sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Ciayumajakuning. Letaknya yang berada di jalur Pantura, terhubung dengan jaringan jalan tol dan jalur kereta api. Serta memiliki pelabuhan, menjadikan Kota Cirebon memiliki peran penting dalam konektivitas, logistik, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.

“Kota Cirebon berada di posisi yang sangat strategis, dengan dukungan konektivitas darat, laut, dan kereta api. Posisi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan, Kota Cirebon juga memiliki sejumlah potensi yang dapat di kembangkan. Di mulai dari sektor perdagangan dan jasa, UMKM dan ekonomi kreatif. Ada juga dari pariwisata budaya dan kuliner, perhotelan juga fasilitas MICE, hingga tenaga kerja terampil dan produktif.

Selain itu, sejumlah peluang investasi juga di tawarkan, antara lain pengembangan kawasan pesisir dan wisata bahari. Kawasan heritage dan wisata budaya, pusat perdagangan dan jasa, penguatan logistik. Serta fasilitas kepelabuhanan, hingga pengembangan kawasan komersial.

“Dengan lokasi yang strategis, infrastruktur yang lengkap, serta potensi ekonomi dan budaya yang beragam. Kota Cirebon siap menjadi bagian dari kolaborasi investasi dan pengembangan kawasan Kunci Bersama,” lanjut Wali Kota.

Kerja Sama Yang Memberikan Dampak Nyata.

Menurutnya, pengembangan investasi di Kota Cirebon juga di dukung kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Yang terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal tersebut memberikan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Wali Kota menegaskan, kerja sama antardaerah menjadi semakin penting di tengah kebutuhan. Tujuannya untuk membangun kawasan yang saling terhubung dan memiliki daya saing. Karena itu, Kunci Bersama Summit di harapkan dapat menjadi momentum untuk mempertemukan potensi daerah dengan mitra strategis. Dan menghasilkan kerja sama yang memberikan dampak nyata.

“Semoga kerja sama antardaerah semakin berkembang, dari sekadar komunikasi dan koordinasi. Dan akan menjadi kolaborasi konkret yang mampu membuka peluang investasi, memperluas konektivitas ekonomi. Serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” harapnya.

Untuk diketahui, Kunci Bersama Summit 2026 mengangkat tema “Penguatan Kerja Sama Antar Daerah sebagai Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah”. Selain penandatanganan nota kesepahaman, agenda tersebut juga di isi dengan ekspos potensi daerah dan business matching. Dan juga penguatan kelembagaan, pembentukan Kunci Bersama Investment Forum, serta penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.