Bandung, ER3 News.com – Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran secara efektif. Hingga Triwulan II Tahun Anggaran 2026, realisasi anggaran telah mencapai Rp108.162.563.166 atau 46,28 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp233.719.555.461.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan berbagai program pembangunan kehutanan di Jawa Barat terus berjalan. Dan sesuai tahapan yang telah di rencanakan. Realisasi anggaran tidak hanya mencerminkan penyerapan belanja. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi kelestarian hutan. Serta dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.
Pada Triwulan I, Dinas Kehutanan mencatat realisasi anggaran sebesar Rp47.150.903.137. Memasuki Triwulan II, realisasi kembali meningkat sebesar Rp61.011.660.029, sehingga akumulasi realisasi hingga pertengahan tahun mencapai lebih dari Rp108 miliar.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa berbagai kegiatan strategis terus berjalan. Mulai dari rehabilitasi hutan dan lahan, pengelolaan daerah aliran sungai, perlindungan kawasan hutan. Juga pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, pengembangan perhutanan sosial. Hingga penguatan sistem informasi dan tata kelola kehutanan berbasis digital.
Mampu Menghasilkan Manfaat Bagi Kelestarian Hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, S.T., M.Sc. Ia menyampaikan bahwa percepatan pelaksanaan program akan terus di lakukan pada semester kedua. Yaitu dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan kualitas hasil.

“Realisasi anggaran bukan hanya soal besarnya serapan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang di belanjakan mampu menghasilkan manfaat bagi kelestarian hutan. Dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh unit kerja. Agar setiap program dapat di laksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang nyata,” ujarnya.
Sejalan dengan visi pembangunan kehutanan Jawa Barat melalui Leuweung Hejo, Dinas Kehutanan akan terus mengakselerasi pelaksanaan program prioritas pada semester kedua, termasuk rehabilitasi hutan dan lahan kritis, konservasi sumber daya hutan, pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH), pengembangan sistem informasi geospasial, serta berbagai upaya penguatan tata kelola kehutanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Melalui optimalisasi pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran yang akuntabel. Maka Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat optimistis target kinerja Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai secara maksimal. Sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, Leuweung Hejo Rakyat Ngejo.”













