Kota Bandung, ER3 News.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seiring dengan kenaikan harga plastik yang signifikan.
Hal tersebut di sampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam kegiatan monitoring harga bahan pokok di Pasar Sederhana, Senin 20 April 2026.
Farhan mengungkapkan, harga plastik mengalami kenaikan hingga hampir 10 kali lipat. Akibat peningkatan harga bahan baku petrokimia yang di pengaruhi kondisi global.
“Plastik merupakan turunan dari produk petrokimia yang bergantung pada minyak bumi dan gas. Ketika harga energi meningkat, produksi menurun dan harga plastik ikut naik,” jelasnya.
Kondisi ini berdampak pada biaya operasional pedagang serta pola konsumsi masyarakat.
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri yang dapat di gunakan berulang kali.
Selain itu, masyarakat juga di anjurkan membawa wadah pribadi saat membeli makanan untuk di bawa pulang.
Upaya ini di nilai sebagai solusi praktis dalam mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekaligus menekan biaya konsumsi.
Di sisi lain, Pemkot Bandung memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya relatif aman, khususnya beras yang masih stabil di pasaran.
Namun demikian, beberapa komoditas seperti gula dan kedelai mengalami kenaikan harga akibat faktor produksi dan distribusi global.
Pemkot Bandung akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.





