ER3 News.com – Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman ini di kenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). Giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.
Daun Kumis kucing basah maupun kering di gunakan sebagai menanggulangi berbagai penyakit seperti melancarkan urine (diuretik). Sehingga sangat bermanfaat untuk mencegah batu ginjal, meredakan infeksi saluran kemih. Serta membantu menurunkan asam urat, tekanan darah tinggi dan kadar gula darah.
Efek di uretik alami pada tanaman ini membantu melancarkan buang air kecil, mencegah penumpukan kristal di ginjal. Dan membilas bakteri penyebab infeksi saluran kemih sehingga bisa mencegah dan mengatasi batu ginjal.
Senyawa fenolik dan flavonoidnya pada tanaman kumis kucing berfungsi sebagai antiradang yang membantu menghambat pembentukan. Dan mempercepat pengeluaran asam urat melalui urine dan bermanfaat menurunkan asam urat.
Bisa Mengontrol Tekanan Darah.
Daun kumis kucing membantu membuang kelebihan natrium dan cairan dalam tubuh. Sehingga meringankan kerja pembuluh darah dan bisa mengontrol tekanan darah.
Kandungan di dalam tumbuhan kumis kucing mendukung produksi dan fungsi insulin. Sehingga membantu menjaga stabilitas gula darah dan menurunkan gula darah.

Cara membuat daun kumis kucing sangatlah mudah yaitu:
- Cuci bersih 4 hingga 5 lembar daun kumis kucing segar untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Anda juga bisa menggunakan 2 gram daun kumis kucing kering.
- Masukkan daun ke dalam panci yang berisi 2 gelas air. Rebus dengan api sedang hingga mendidih dan biarkan airnya menyusut hingga tersisa sekitar 1 gelas.
- Matikan api, saring air rebusan ke dalam cangkir, dan buang ampas daunnya.
- Biarkan air rebusan sampai hangat. Anda dapat meminumnya 1-2 kali sehari.
Daun kumis kucing di kenal memiliki sifat di uretik alami yang dapat melancarkan buang air kecil. Dan juga dapat membantu meluruhkan batu ginjal. Namun, hindari konsumsi berlebihan setiap hari tanpa jeda lebih dari satu bulan agar tidak terjadi ketidakseimbangan mineral atau dehidrasi. Selalu barengi dengan minum banyak air putih (minimal 2-3 liter per hari).













