Paskibraka Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Tapi Kesadaran Sebagai Penerus Bangsa

oleh
banner 468x60

Kota Bandung, ER3 News.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memberikan pesan khusus kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bandung yang akan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Farhan menekankan, bahwa tugas yang mereka emban bukan sekadar menjalankan rangkaian gerakan baris-berbaris, pengibaran, maupun penurunan Sang Saka Merah Putih.

banner 336x280

Lebih dari itu, mereka membawa simbol persatuan bangsa yang harus di jaga dengan penuh tanggung jawab.

Farhan mengapresiasi kedisiplinan, kerja keras, dan tekad para anggota Paskibraka. Yang telah menjalani berbagai tahapan latihan untuk memberikan penampilan terbaik pada momentum kemerdekaan.

“Walaupun kalian masih sangat muda, saya bisa merasakan kedisiplinan yang kalian tunjukkan, kerja keras yang kalian lakukan. Serta keinginan kuat yang telah mendorong kalian untuk memberikan yang terbaik pada 17 Agustus 2026,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 10 Agustus 2026.

Mampu Menyatukan Berbagai Perbedaan.

Menurut Farhan, pengalaman menjadi Paskibraka merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan para anggota yang kelak akan di kenang.

Ia meminta para peserta tidak hanya mempersiapkan fisik, tetapi juga membangun keteguhan hati, kejernihan pikiran. Dan juga kesadaran sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Farhan kemudian mengajak para anggota Paskibraka melihat Indonesia dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar yang di bangun bukan karena memiliki kesamaan dalam segala hal. Melainkan karena mampu menyatukan berbagai perbedaan.

Ia menyinggung kondisi Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, ratusan juta penduduk, serta keberagaman suku, agama, budaya, dan kondisi sosial ekonomi.

“Apakah kita tinggal di satu tanah yang sama? Dan apakah kita hidup dalam sebuah negara yang sama? Juga apakah semua saudara kita satu agama? Tidak. Tetapi apakah kita bersatu sebagai satu bangsa? Ya,” katanya.

Farhan mengingatkan, gagasan persatuan tersebut telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Ia merujuk pada Sumpah Pemuda 1928 ketika para pemuda menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Kesempatan Untuk Memahami Makna Persatuan.

Farhan menjelaskan, bahwa semangat tersebut menjadi fondasi penting bagi lahirnya Indonesia. Yaitu sebagai bangsa yang mampu menyatukan wilayah yang sangat luas dan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Indonesia adalah bangsa yang lahir bukan karena kesamaan, tetapi karena perbedaan,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta anggota Paskibraka menjadikan momentum pengibaran bendera sebagai kesempatan untuk memahami makna persatuan tersebut.

Ketika mereka berdiri dalam satu barisan, Farhan berharap tidak hanya gerakan tubuh yang seragam. Tetapi juga terdapat kesamaan tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

“Kesatuan bangsa dan negara Indonesia kami titipkan kepada kalian. Berikan yang terbaik pada tanggal 17 Agustus. Tidak hanya langkah yang seragam, tidak hanya pandangan yang tajam menatap ke depan, tidak hanya dada yang di busungkan. Tetapi juga hati yang kuat, pikiran yang terfokus, dan niat memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Farhan menyebut tugas sebagai Paskibraka merupakan salah satu kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Meskipun di lakukan melalui sebuah tugas yang sederhana namun sarat makna.

Ia mengapresiasi seluruh anggota Paskibraka Kota Bandung, para pelatih, pembina, serta senior yang selama ini mendampingi proses latihan.

Menurutnya, pembinaan Paskibraka harus terus berlangsung secara berkesinambungan. Sehingga nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan persatuan dapat di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Bandung. Serta seluruh pelatih, pembina, dan para senior yang tidak pernah melepaskan perhatian. Tugas ini harus turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi sesuatu yang terbaik,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *