Jakarta, ER3 News.com – Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan pangan nasional.
Hal ini di sampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Soffan Shofwan. Dalam acara Pertemuan Germas Sapa 2025 (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman) yang di gelar di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, BPOM RI, Selasa (21/10).
Dalam paparannya, Iqbal menekankan pentingnya memastikan keamanan pangan sejak dari hulu hingga hilir. Melalui rantai pasok yang aman, distribusi yang di awasi, serta edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi dan interaksi sosial yang berperan penting dalam rantai pangan. Melalui sinergi berbagai pihak, di harapkan tercipta pasar yang aman, sehat, dan berkualitas,” ujar Iqbal.
Ditjen PDN terus mendorong revitalisasi dan standarisasi pasar rakyat berbasis SNI 8152:2021. Serta memperkuat kolaborasi dengan BPOM melalui program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK).
Program ini melibatkan pembinaan dan pelatihan pengelola pasar, edukasi pedagang, serta pengujian bahan pangan agar bebas dari bahan berbahaya. Selain di pasar fisik, Ditjen PDN juga memperkuat pengawasan produk pangan di perdagangan digital. Agar produk yang di jual di platform daring tetap memenuhi standar keamanan dan perlindungan konsumen.
Melalui langkah-langkah ini, Ditjen PDN berupaya mendukung agenda Hari Pangan Sedunia 2025 yang mengusung tema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future” dengan semangat mewujudkan “Better Foods and a Better Future” bagi seluruh masyarakat Indonesia.





