Dua Puluh Tujuh Tahun Jadi Linmas, Pak Darno Berkesempatan Umrah

oleh
banner 468x60

Kota Bandung, ER3 News.com – Pengabdian selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup Pak Darno (63), anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kelurahan Caringin, Kota Bandung. Sejak di percaya menjadi Linmas di tingkat RW pada 1999, Darno konsisten menjalankan tugasnya untuk membantu menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga saat ini.

banner 336x280

Perjalanan pengabdian Darno bermula ketika dirinya di percaya menjadi Linmas di tingkat RW pada 1999. Beberapa tahun kemudian, sekitar 2004 atau 2005, ia mendapat ajakan dari lurah untuk membantu menjalankan tugas di tingkat kelurahan. Sejak saat itu, Darno melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota Linmas Kelurahan Caringin.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, Darno turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Salah satu tugas yang rutin di lakukannya adalah melakukan pemantauan wilayah pada malam hari.

Bersama rekan-rekan Linmas, ia berkeliling mengontrol sejumlah RW yang berada di wilayah Kelurahan Caringin.

“Kalau meronda, misalnya kita kontrol di RW. Di keluarga kita itu ada berapa RW, misalnya enam. RW 1 sampai 6 itu kita kontrol tiap malam,” ujar Darno.

Terwujud Melalui Sumbangan Sukarela.

Meski kini telah berusia 63 tahun, semangat Darno untuk tetap menjalankan tugas sebagai Linmas tidak surut. Baginya, mengabdi kepada masyarakat telah menjadi bagian dari kehidupan yang di jalani dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Pengabdian tersebut kemudian membawanya pada sebuah pengalaman yang tidak pernah di sangka sebelumnya, yaitu mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah. Kesempatan tersebut terwujud melalui sumbangan sukarela yang di kumpulkan dari warga Kelurahan Caringin secara ikhlas dan tanpa paksaan.

Darno mengaku tidak pernah memiliki persiapan khusus maupun membayangkan dirinya dapat berangkat umrah. Ia memandang kesempatan tersebut sebagai rezeki dan kehendak Allah SWT.

“Tidak ada merasa mau ke sana, mau ke sini. Karena ada program, di kerjakan dari Allah. Mungkin kita langsung di panggil saja,” ungkapnya.

Kesempatan tersebut menjadi semakin berkesan bagi Darno karena berbagai kebutuhan keberangkatannya turut di persiapkan. Mulai dari perlengkapan perjalanan hingga paspor, seluruh proses di bantu sehingga ia dapat menjalani perjalanan umrah dengan lancar.

“Katanya, Pak, Bapak sudah berangkat saja. Terima kasih banyak, gitu saja,” tuturnya.

Perjalanan umrah tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 hari, sejak keberangkatan hingga kembali ke rumah. Bagi Darno, perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai Linmas.

Pengalaman Yang Begitu Berarti.

Kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah juga menjadi bentuk rasa syukur bagi Darno atas perjalanan pengabdiannya selama ini. Ia tidak menyangka bahwa pengabdian yang di jalani selama bertahun-tahun dapat membawanya pada pengalaman yang begitu berarti.

Kini, di usianya yang ke-63 tahun, Darno masih tetap menjalankan tugas sebagai Linmas di Kelurahan Caringin. Puluhan tahun pengabdiannya menjadi kisah sederhana tentang ketekunan, keikhlasan, dan rasa syukur dalam melayani masyarakat.

Kisah Darno menunjukkan, pengabdian tidak selalu di ukur dari seberapa besar penghargaan yang di terima, tetapi dari ketulusan dalam menjalankan tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi Darno, terus hadir dan membantu masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang di jalani dengan ikhlas.

(Sumber: Diskominfo Kota Bandung)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *