Garut, ER3 News.com – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyiapkan sistem pemantauan kehadiran siswa secara digital untuk memperkuat pengawasan dan mencegah anak putus sekolah. Hal tersebut di sampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Absensi Siswa dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (12/8/2026).

Bupati menegaskan, tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah menjadi persoalan yang harus di tangani secara serius. Kondisi tersebut di pengaruhi berbagai faktor, antara lain keterbatasan ekonomi keluarga, anak memilih bekerja sejak dini, serta kurangnya dorongan orang tua untuk melanjutkan pendidikan.
“Kita sangat prihatin dengan anak yang tidak sekolah yang tinggi. Mungkin di sebabkan karena orang tuanya tidak memiliki ekonomi untuk membekali dan anaknya mau bekerja,” ujar Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Menurutnya, pencegahan harus di lakukan sejak dini dengan mendeteksi siswa yang mulai tidak aktif mengikuti pembelajaran. Pengawasan tidak cukup hanya di lakukan oleh sekolah, tetapi perlu melibatkan pemerintah hingga tingkat desa.
“Paling tidak saya akan memfilter anak-anak yang sekolah namun tidak melanjutkan. Caranya dengan mendeteksi sesegera mungkin ketika ada anak yang bilangnya sekolah namun tidak hadir sekolah,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkab Garut akan mendorong pengembangan sistem digital yang memungkinkan orang tua menerima notifikasi mengenai kehadiran anak di sekolah. Dengan sistem tersebut, ketidakhadiran siswa dapat segera di ketahui dan di tindaklanjuti.
“Dengan begitu maka ada suatu monitoring yang komprehensif,” pungkasnya.
Bupati berharap sistem tersebut dapat memperkuat pengawasan antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Deteksi lebih cepat terhadap siswa yang tidak hadir di harapkan dapat mencegah pembolosan sekaligus mengantisipasi anak berhenti sekolah.














