, ,

Polisi Amankan 995 Pucuk Senjata dan Narkoba di Sekolah Swasta

oleh
banner 468x60

Jakarta, ER3 News.com – Niat hati hanya ingin membuka ruangan untuk kebutuhan operasional sekolah, pihak sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan justru di kejutkan dengan penemuan “gudang rahasia” yang mengerikan.

​Tak tanggung-tanggung, sebanyak 995 pucuk senjata api beserta amunisi, alat pembuat peluru, VCD porno. Dan hingga barang yang di duga kuat narkotika jenis sabu dan ganja di temukan tersimpan rapi di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD yang sudah di pecat.

banner 336x280

​Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengungkap bahwa penggeledahan di lakukan bersama pihak kepolisian saat hendak memanfaatkan ruangan tersebut. Beberapa senjata yang di temukan bahkan tergolong sangat berbahaya karena memiliki laras polos tanpa alur yang berpotensi mematikan.

​Saat ini, seluruh barang bukti telah di amankan dan kasus ini tengah di tangani secara intensif oleh Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengusut tuntas pemilik serta peruntukan barang-barang terlarang tersebut.

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan Mendalam.

Pihak kepolisian belum memberikan penjelasan secara detail mengenai kronologi penemuan senjata dan juga kepemilikannya. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.

Sementara Kuasa hukum sekolah, Hermawanto menambahkan ketua yayasan tersebut sudah di pecat pada April 2026. Ketua yayasan itu, kata Hermawanto, membawa kunci ruangan di sekolah yang belakangan di ketahui berisi senjata.

“Status hukum jadi proses pemberhentian terhadap Ketua Pengurus yang sudah di pecat, proses penonaktifan terhadap anggota pembina, sekarang sedang proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jadi sedang bergulir proses perkara perdatanya,” kata Hermawanto.

Selain temuan ratusan senjata, pihak sekolah juga menemukan ada sebuah ruangan mirip bunker di sekolah yang belum bisa di buka. Pihak sekolah meminta polisi untuk membuka ‘bunker’ tersebut.

Hermawanto menyatakan pihak sekolah mendukung polisi untuk mengusut tuntas temuan tersebut. Ia berharap polisi menindak tegas siapa pemilik senjata tersebut.

Pihak sekolah menghormati proses hukum yang berjalan setelah temuan itu di laporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Sekolah juga tak mau menyimpulkan pihak lain terlibat dalam kepemilikan senjata itu.

“Status hukum masing-masing barang tetap menjadi kewenangan penyidik untuk di buktikan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, balistik, serta penelitian terhadap legalitas perizinannya,” imbuh Hermanto.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *